Manyala.co – Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour dilaporkan tewas dalam serangan militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Laporan mengenai kematian kedua pejabat militer tersebut pertama kali disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel. Informasi itu dilaporkan oleh Reuters dan Al Arabiya pada hari yang sama.
Menurut laporan tersebut, Nasirzadeh tewas dalam salah satu serangan yang menargetkan wilayah Iran pada Sabtu. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer besar yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di negara tersebut.
Selain Nasirzadeh, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas dalam operasi yang sama. Garda Revolusi Iran merupakan salah satu institusi militer paling berpengaruh di negara tersebut dan memiliki peran penting dalam sistem pertahanan serta kebijakan keamanan Iran.
Hingga Sabtu malam waktu setempat, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai laporan kematian kedua pejabat tersebut. Otoritas Iran juga belum merilis pernyataan mengenai lokasi atau detail serangan yang disebut menewaskan mereka.
Pemerintah Israel dan Amerika Serikat juga belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Belum diketahui secara pasti target spesifik yang menjadi sasaran serangan dalam operasi militer tersebut.
Serangan terhadap Iran dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat sebagai bagian dari operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat. Operasi tersebut disebut menargetkan berbagai fasilitas militer dan keamanan Iran.
Sejumlah laporan media internasional menyebut bahwa operasi tersebut dilakukan untuk mengurangi kemampuan militer Iran, termasuk sistem persenjataan dan infrastruktur pertahanan yang dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan keamanan regional.
Konflik meningkat tajam setelah serangan tersebut memicu reaksi dari Iran. Sebelumnya, Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Serangan balasan tersebut dilaporkan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas militer Amerika di kawasan tersebut. Beberapa laporan media juga menyebut adanya ledakan di sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah rangkaian serangan dan serangan balasan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam waktu yang hampir bersamaan.
Hingga Sabtu malam, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban keseluruhan maupun tingkat kerusakan akibat operasi militer yang terjadi di berbagai wilayah tersebut. Situasi keamanan di kawasan masih berkembang dengan sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi eskalasi konflik lebih lanjut.

































