Bahlil: Indonesia Tidak Impor BBM Jadi dari Timur Tengah

Bahlil
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: dok Sekretariat Presiden.

Manyala.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tidak mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jadi dari kawasan Timur Tengah, melainkan hanya mendatangkan minyak mentah untuk kebutuhan pengolahan dalam negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Jumat (13/3).

Dalam keterangannya, Bahlil menjelaskan bahwa sebagian pasokan energi dari Timur Tengah berbentuk minyak mentah atau crude oil yang kemudian diolah di kilang dalam negeri.

“Kami juga melaporkan bahwa yang kita impor sebenarnya dari Middle East itu apa. Kita tidak melakukan impor produk jadi dari Middle East,” kata Bahlil.

Menurutnya, sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah.

Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin: Momentum Perkuat Konsolidasi dan Evaluasi Perjalanan Dakwah

Sementara pasokan energi lainnya diperoleh dari berbagai negara di beberapa kawasan dunia.

“Nah yang kita impor dari Middle East itu adalah crude-nya. Jadi minyak mentahnya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brasil kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia,” ujar Bahlil.

Negara-negara seperti Angola, Nigeria, dan Brasil disebut menjadi sumber pasokan minyak mentah alternatif selain Timur Tengah.

Sementara itu, impor BBM jenis bensin sebagian besar berasal dari negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Bahlil, pasokan bensin untuk Indonesia banyak didatangkan dari Singapura dan Malaysia.

Bapenda Makassar Catat Surplus Rp130 Miliar, Realisasi Pendapatan Tembus 49 Persen

Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki diversifikasi sumber impor energi, termasuk dari Amerika Serikat.

Namun ia mengakui bahwa pengiriman minyak dari Amerika Serikat memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dari kawasan Timur Tengah.

“Memang tantangannya adalah kalau dari Amerika lebih lama 40 hari, kalau dari Middle East itu 2 sampai 3 minggu. Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang, itu kira-kira yang kita lakukan,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menyampaikan kondisi stok energi nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Menurutnya, cadangan berbagai jenis BBM serta LPG berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

Hadapi Kemarau Panjang, Wali Kota Munafri Minta PDAM Makassar Jaga Pelayanan hingga Integritas Pegawai

Untuk BBM jenis Pertalite dengan oktan RON 90, ketahanan stok nasional tercatat mencapai 24,39 hari.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan batas minimum cadangan nasional yang ditetapkan sekitar 18,2 hari.

Sementara stok BBM jenis Pertamax (RON 92) mencapai 28,75 hari, melampaui batas minimum nasional sebesar 19,9 hari.

Untuk Pertamax Turbo (RON 98), ketahanan stok nasional tercatat sebesar 31,32 hari, lebih tinggi dari batas minimum 22,3 hari.

Di sektor bahan bakar diesel, stok Solar subsidi tercatat mencapai 16,41 hari, sedikit di atas batas minimum nasional sebesar 16,3 hari.

Sementara untuk produk gasoil lain seperti Pertamina Dex (CN 53), ketahanan stok nasional dilaporkan mencapai 46,05 hari.

Cadangan energi juga mencakup minyak tanah dengan ketahanan stok sekitar 23,15 hari.

Untuk LPG, pemerintah melaporkan ketahanan stok nasional mencapai 15,66 hari, lebih tinggi dibandingkan batas minimum sebesar 11,4 hari.

“Jadi kami laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Wapres, bapak/ibu semua, cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG Insya Allah aman,” kata Bahlil.

Pemerintah Indonesia secara berkala memantau pasokan energi nasional menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri, ketika permintaan bahan bakar dan energi biasanya meningkat secara signifikan.

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tidak mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jadi dari kawasan Timur Tengah, melainkan hanya mendatangkan minyak mentah untuk kebutuhan pengolahan dalam negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Jumat (13/3).

Dalam keterangannya, Bahlil menjelaskan bahwa sebagian pasokan energi dari Timur Tengah berbentuk minyak mentah atau crude oil yang kemudian diolah di kilang dalam negeri.

“Kami juga melaporkan bahwa yang kita impor sebenarnya dari Middle East itu apa. Kita tidak melakukan impor produk jadi dari Middle East,” kata Bahlil.

Menurutnya, sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah.

Sementara pasokan energi lainnya diperoleh dari berbagai negara di beberapa kawasan dunia.

“Nah yang kita impor dari Middle East itu adalah crude-nya. Jadi minyak mentahnya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brasil kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia,” ujar Bahlil.

Negara-negara seperti Angola, Nigeria, dan Brasil disebut menjadi sumber pasokan minyak mentah alternatif selain Timur Tengah.

Sementara itu, impor BBM jenis bensin sebagian besar berasal dari negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Bahlil, pasokan bensin untuk Indonesia banyak didatangkan dari Singapura dan Malaysia.

Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki diversifikasi sumber impor energi, termasuk dari Amerika Serikat.

Namun ia mengakui bahwa pengiriman minyak dari Amerika Serikat memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dari kawasan Timur Tengah.

“Memang tantangannya adalah kalau dari Amerika lebih lama 40 hari, kalau dari Middle East itu 2 sampai 3 minggu. Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang, itu kira-kira yang kita lakukan,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menyampaikan kondisi stok energi nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Menurutnya, cadangan berbagai jenis BBM serta LPG berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

Untuk BBM jenis Pertalite dengan oktan RON 90, ketahanan stok nasional tercatat mencapai 24,39 hari.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan batas minimum cadangan nasional yang ditetapkan sekitar 18,2 hari.

Sementara stok BBM jenis Pertamax (RON 92) mencapai 28,75 hari, melampaui batas minimum nasional sebesar 19,9 hari.

Untuk Pertamax Turbo (RON 98), ketahanan stok nasional tercatat sebesar 31,32 hari, lebih tinggi dari batas minimum 22,3 hari.

Di sektor bahan bakar diesel, stok Solar subsidi tercatat mencapai 16,41 hari, sedikit di atas batas minimum nasional sebesar 16,3 hari.

Sementara untuk produk gasoil lain seperti Pertamina Dex (CN 53), ketahanan stok nasional dilaporkan mencapai 46,05 hari.

Cadangan energi juga mencakup minyak tanah dengan ketahanan stok sekitar 23,15 hari.

Untuk LPG, pemerintah melaporkan ketahanan stok nasional mencapai 15,66 hari, lebih tinggi dibandingkan batas minimum sebesar 11,4 hari.

“Jadi kami laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Wapres, bapak/ibu semua, cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG Insya Allah aman,” kata Bahlil.

Pemerintah Indonesia secara berkala memantau pasokan energi nasional menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri, ketika permintaan bahan bakar dan energi biasanya meningkat secara signifikan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement