DK PBB Desak Iran Hentikan Serangan, Rusia dan China Abstain

PBB
perwakilan Iran di PBB. Duta Besar Iran, Amir Saeid Iravani,

Manyala.co โ€“ Resolusi yang diadopsi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan agar Iran segera menghentikan seluruh serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk. Dokumen tersebut juga menyoroti ancaman terhadap keamanan pelayaran internasional melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global.

Dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan, 13 negara mendukung resolusi tersebut, sementara dua anggota tetap, yakni Rusia dan China, memilih abstain. Tidak ada negara yang memberikan suara menolak.

Resolusi itu diajukan oleh Bahrain dan mendapat dukungan luas dari komunitas internasional. Dokumen tersebut menuntut Iran menghentikan serangan terhadap beberapa negara di kawasan, termasuk Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania.

Duta Besar Bahrain untuk PBB, Jamal Fares Alrowaiei, mengatakan stabilitas kawasan Teluk memiliki dampak langsung terhadap ekonomi global. Ia menekankan bahwa keamanan kawasan tersebut merupakan tanggung jawab bersama komunitas internasional.

โ€œKarena itu, memastikan keamanan kawasan ini bukan sekadar persoalan regional, tetapi merupakan tanggung jawab internasional bersama yang berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi global dan keamanan energi,โ€ katanya dalam sidang Dewan Keamanan.

Inggris Bahas Keamanan Pasokan Minyak dengan Arab Saudi

Namun resolusi tersebut memicu kritik keras dari perwakilan Iran di PBB. Duta Besar Iran, Amir Saeid Iravani, menilai keputusan Dewan Keamanan itu mencerminkan perlakuan tidak adil terhadap negaranya.

โ€œPerlu saya tegaskan: resolusi ini merupakan ketidakadilan nyata terhadap negara saya, yang justru menjadi korban utama dari tindakan agresi yang nyata,โ€ ujarnya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah konflik bersenjata pecah pada 28 Februari, ketika operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel menargetkan sejumlah lokasi di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior dan warga sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan strategi Iran untuk menekan negara-negara tetangga justru memperburuk posisi mereka di mata komunitas internasional.

Intelijen AS Nilai Pemerintahan Iran Masih Stabil

โ€œStrategi Iran menebar kekacauan, mencoba menyandera negara-negara tetangganya, serta menggoyahkan keteguhan kawasan jelas berbalik merugikan mereka sendiri, sebagaimana terlihat dari hasil pemungutan suara hari ini,โ€ katanya.

Sementara itu, perwakilan China untuk PBB, Fu Cong, menyatakan bahwa serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel tidak memiliki otorisasi dari Dewan Keamanan. Ia menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan negara-negara di kawasan.

Menurut Fu, teks resolusi yang diadopsi belum sepenuhnya mencerminkan akar masalah konflik secara menyeluruh.

Perwakilan Rusia di PBB, Vasily Nebenzya, juga mengkritik resolusi tersebut dan menyebutnya sebagai dokumen yang bias serta sepihak.

โ€œPengesahan resolusi ini oleh Dewan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertindak dengan itikad burukโ€”terutama pihak yang memulai perang iniโ€”untuk melanjutkan tindakan agresi terhadap Iran,โ€ katanya.

Spanyol Tolak Pangkalan untuk Serangan Iran, Abaikan Tekanan AS

Rusia sebelumnya mengajukan rancangan resolusi alternatif yang menyerukan penghentian permusuhan oleh semua pihak tanpa menyebutkan pihak tertentu. Namun rancangan tersebut gagal disahkan setelah hanya memperoleh dukungan dari empat negara, yakni Rusia, China, Pakistan, dan Somalia.

Dua negara, yaitu Latvia dan Amerika Serikat, menolak rancangan itu, sementara sembilan negara lainnya memilih abstain.

Perdebatan tersebut menyoroti perbedaan tajam di antara anggota Dewan Keamanan mengenai bagaimana merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama terkait peran negara-negara besar dan implikasinya terhadap stabilitas energi global.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer ASโ€“Israel di Teheran

02

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

03

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

04

Libur Lebaran 2026: Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjang Hingga Sepekan

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom