Oleh: Junaidi Rahman (Tokoh pemuda BTP)
Manyala.co — Rencana pelaksanaan pasar malam di Lapangan Tala’ Limapuluh, kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, kembali mendapat penolakan dari warga.
Tokoh pemuda BTP, Junaidi Rahman, menilai keberadaan pasar malam di lokasi tersebut lebih banyak memberikan keuntungan kepada pihak tertentu dibandingkan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurut Junaidi, kegiatan pasar malam di Lapangan Tala’ Limapuluh bukan kali pertama digelar. Ia menyebut, kegiatan serupa telah berlangsung sebanyak dua kali di lokasi tersebut.
“Sudah dua kali diadakan ini pasar malam. Hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,” kata Junaidi Rahman.
Junaidi menilai pelaksanaan pasar malam di Lapangan Tala’ Limapuluh justru berpotensi merugikan masyarakat. Pasalnya, lapangan tersebut merupakan salah satu sarana olahraga yang digunakan warga.
“Merugikan masyarakat banyak karena Lapangan Tala’ Limapuluh adalah sarana olahraga,” ujarnya.
Ia menegaskan, penolakan warga bukan semata-mata terhadap kegiatan pasar malam, melainkan berkaitan dengan penggunaan fasilitas olahraga yang dinilai tidak semestinya dialihfungsikan untuk kegiatan tersebut.
Junaidi juga menyoroti rencana pelaksanaan pasar malam pada 25 September 2026. Ia meminta agar kegiatan tersebut dibatalkan demi menjaga fungsi Lapangan Tala’ Limapuluh sebagai ruang publik dan sarana olahraga masyarakat.
Menurutnya, pemerintah setempat perlu mempertimbangkan aspirasi warga BTP sebelum memberikan ruang bagi kegiatan yang dinilai dapat mengganggu kepentingan masyarakat luas.
Penolakan terhadap pasar malam ini juga sebelumnya telah disuarakan sejumlah warga BTP. Warga bahkan berencana menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi apabila kegiatan tersebut tetap dilaksanakan.
Junaidi berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat, khususnya keberadaan Lapangan Tala’ Limapuluh sebagai sarana olahraga warga BTP.

































