Palopo, Manyala — Kementerian Kebudayaan melalui kegiatan Semarak Budaya 2026 mendorong penguatan pelestarian warisan budaya di Kota Palopo melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh Anggota DPR RI Komisi X, Ir. H. La Tinro La Tunrung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi, kesenian, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sebagai Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi urusan kebudayaan, La Tinro La Tunrung memandang pelestarian budaya sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku seni, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, kebudayaan tidak hanya menjadi identitas suatu daerah, tetapi juga merupakan kekayaan bangsa yang perlu dijaga agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
“Kebudayaan adalah jati diri dan kekuatan bangsa. Karena itu, pelestariannya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama agar tradisi, kesenian, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup serta dapat diteruskan kepada generasi mendatang,” demikian usulan pernyataan La Tinro La Tunrung untuk publikasi kegiatan tersebut.
Ia juga menilai kegiatan Semarak Budaya 2026 dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali kekayaan budaya daerah sekaligus memberikan kesempatan kepada para seniman dan komunitas budaya untuk menampilkan karya serta menjaga keberlangsungan tradisi.
Menurutnya, pelestarian budaya perlu dilakukan dengan pendekatan yang terbuka dan berkelanjutan. Tradisi yang diwariskan para leluhur harus tetap dihormati, sementara kreativitas generasi muda perlu mendapat ruang agar kebudayaan dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar identitasnya.
“Kita ingin generasi muda tidak hanya mengenal budayanya, tetapi juga bangga, mencintai, dan mengambil bagian dalam melestarikannya. Budaya akan tetap hidup apabila diwariskan, dipraktikkan, dan diperkenalkan secara berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat,” demikian usulan kutipan langsung yang dapat dikonfirmasi kepada La Tinro La Tunrung.
Pelaksanaan Semarak Budaya 2026 di Palopo diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia. Selain menjadi sarana apresiasi seni, kegiatan ini juga berpotensi memperluas ruang partisipasi masyarakat serta mendorong tumbuhnya ekosistem kebudayaan yang inklusif.
La Tinro La Tunrung menegaskan bahwa upaya pelestarian budaya membutuhkan konsistensi dan kepedulian semua pihak. Dukungan terhadap seniman, komunitas budaya, pendidikan kebudayaan, serta ruang-ruang ekspresi seni menjadi bagian penting dalam memastikan warisan budaya tetap dikenal dan dihargai.
Melalui Semarak Budaya 2026, semangat menjaga warisan leluhur diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat Palopo. Kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber nilai, identitas, dan inspirasi untuk membangun masa depan bangsa yang berkarakter.
































