Dokter Imbau Jeda Tidur Setelah Sahur

Sahur
Ilustrasi Dokter Imbau Jeda Tidur Setelah Sahur. (Dok. ist).

Manyala.co – Dokter dan pakar kesehatan mengimbau masyarakat tidak langsung tidur setelah sahur selama Ramadan karena berisiko memicu gangguan pencernaan dan asam lambung, serta menyarankan jeda 1–2 jam sebelum beristirahat.

Rasa kantuk setelah sahur kerap dialami umat Muslim yang bangun dini hari untuk makan sebelum berpuasa. Namun, praktisi kesehatan mengingatkan bahwa posisi berbaring segera setelah makan dapat mengganggu proses pencernaan yang sedang aktif bekerja mengolah nutrisi menjadi energi.

Dalam artikel “Sleep, Immune Health, and Vaccination” yang dipublikasikan oleh National Sleep Foundation, disebutkan bahwa tidur berkualitas berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Tidur membantu produksi sitokin, protein yang berfungsi melawan infeksi dan peradangan. Orang dewasa dianjurkan tidur selama 7–9 jam per malam untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Meski demikian, para ahli menegaskan waktu tidur perlu diatur dengan tepat. Praktisi kesehatan Inge Permadi, dikutip dari Kompas.com, menjelaskan bahwa sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk memproses makanan. Jika seseorang langsung tidur, energi dari makanan tidak digunakan secara maksimal dan berpotensi disimpan sebagai lemak.

Secara medis, berbaring setelah makan dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Dalam posisi sejajar, gravitasi tidak membantu menahan isi lambung tetap di bawah, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas di dada.

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 18 Februari 2026, Kenapa?

Mengutip Kompas.com edisi 22 Mei 2018, ahli gastroenterologi Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, menyatakan langsung tidur setelah sahur tidak direkomendasikan, baik bagi orang sehat maupun penderita maag atau GERD.

“Makan terakhir itu dianjurkan dua jam sebelum tidur,” ujarnya.

Ia menyarankan jika kantuk tidak tertahankan, posisi istirahat setengah duduk dengan kepala lebih tinggi dapat menjadi alternatif untuk mengurangi risiko asam lambung naik. Menurutnya, makanan yang belum dicerna optimal dapat kembali ke kerongkongan saat seseorang berbaring, memicu iritasi dan gejala maag.

Selain peningkatan asam lambung, kebiasaan tidur segera setelah makan juga dikaitkan dengan gangguan pencernaan seperti perut kembung dan rasa tidak nyaman. Posisi berbaring dapat memperlambat proses pengosongan lambung, terutama jika makanan tinggi lemak atau gula dikonsumsi saat sahur.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi menyebabkan penimbunan lemak karena kebutuhan energi saat tidur relatif rendah. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas.

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Para ahli menyarankan memberi jeda sekitar 1–2 jam antara waktu makan dan tidur. Selama jeda tersebut, aktivitas ringan seperti salat Subuh, membaca, atau berjalan santai di rumah dapat membantu tubuh tetap aktif tanpa menguras energi.

Menu sahur juga berperan penting dalam mencegah kantuk berlebihan dan gangguan pencernaan. Konsumsi karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah dianjurkan, sementara makanan berminyak dan terlalu manis sebaiknya dibatasi. Asupan cairan yang cukup juga diperlukan untuk mencegah dehidrasi selama puasa.

Hingga kini belum ada data nasional terbaru yang mengukur prevalensi gangguan pencernaan selama Ramadan. Namun, para pakar sepakat pengaturan pola makan dan waktu istirahat menjadi faktor kunci untuk menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa.


Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Kolom