Epstein Berulang Kali Upaya Bertemu Putin, Arsip AS Ungkap Fakta

Epstein
Epstein Berulang Kali Upaya Bertemu Putin, Arsip AS Ungkap Fakta.

Manyala.co – Arsip terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkap bahwa mendiang Jeffrey Epstein berulang kali berusaha menjalin pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, meski tidak ditemukan bukti bahwa pertemuan tersebut pernah terjadi.

Dokumen tersebut merupakan bagian dari rilis “mega-dump” Epstein Files yang dipublikasikan pada 30 Januari 2026 di bawah mandat Epstein Files Transparency Act. Arsip ini memuat lebih dari 3,5 juta halaman dokumen investigasi dan forensik digital yang berkaitan dengan jaringan dan aktivitas Epstein.

Dalam berkas tersebut, nama Vladimir Putin tercatat muncul lebih dari 1.000 kali. Namun, otoritas Amerika Serikat menegaskan tidak terdapat indikasi perbuatan melanggar hukum atau keterlibatan langsung Presiden Rusia dalam kejahatan yang dilakukan Epstein.

Epstein, miliarder asal Amerika Serikat yang meninggal dunia pada 2019 saat menjalani penahanan atas kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, disebut secara konsisten berupaya mendekati Putin sejak 2011 hingga 2018. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai jalur diplomatik dan perantara internasional.

Salah satu dokumen berupa rekaman audio memperdengarkan suara Epstein yang memberikan instruksi mengenai pendekatan kepada Putin. Dalam rekaman tersebut, Epstein menyarankan pengiriman catatan singkat yang menawarkan pertemuan makan malam saat Putin berada di Eropa, tanpa menyertakan rincian tambahan.

Bukan China atau Rusia, Negara Ini Rajai Emas Dunia 2026

Berdasarkan penelusuran data forensik Sky News, penyebutan Putin pertama kali secara substansial muncul pada September 2011. Sejumlah korespondensi internal menyebutkan adanya rencana pertemuan yang diklaim Epstein telah diatur pada akhir September 2011, saat Putin masih menjabat sebagai Perdana Menteri Rusia.

Namun, tidak ditemukan bukti pendukung bahwa pertemuan tersebut benar-benar terlaksana. Tidak ada catatan resmi, dokumentasi perjalanan, maupun konfirmasi dari pihak Rusia yang menguatkan klaim tersebut.

Upaya Epstein berlanjut setelah Putin kembali menjabat sebagai Presiden Rusia pada 2012. Sejumlah email menunjukkan Epstein mencoba memanfaatkan hubungannya dengan mantan Perdana Menteri Norwegia, Thorbjorn Jagland, yang saat itu menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Eropa.

Dalam korespondensi Mei 2013, Epstein menyampaikan ketertarikannya untuk bertemu Putin dengan dalih membahas investasi Barat dan solusi ekonomi. Ia juga menyebut isu hak asasi manusia yang saat itu menjadi sorotan hubungan Rusia dan Eropa.

Pada Januari 2014, Jagland menginformasikan rencananya bertemu Putin di Sochi dan mempertanyakan kemungkinan Epstein ikut serta. Namun, tidak terdapat catatan lanjutan yang menunjukkan realisasi rencana tersebut.

Sepuluh Negara Catat Kasus Rudapaksa Tertinggi Global

Pada Juli 2014, setelah insiden penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur yang menewaskan 298 orang, salah satu upaya pertemuan kembali dibatalkan. Meski demikian, Epstein terus mengulangi permintaan serupa hingga 2018.

Email terakhir yang tercatat pada Juni 2018 hanya memuat satu kalimat singkat dari Epstein kepada Jagland yang menyatakan keinginannya bertemu Putin. Tidak lama setelah itu, Epstein kembali ditangkap di Amerika Serikat pada 2019 dan kemudian meninggal dunia di dalam tahanan.

Pihak Istana Kremlin telah memberikan tanggapan atas rilis Epstein Files tersebut. Pada 3 Februari 2026, juru bicara Kremlin menyatakan Rusia tidak pernah menerima tawaran atau permintaan resmi dari Jeffrey Epstein untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.

Hingga kini, Departemen Kehakiman AS menyatakan tidak ada temuan yang mengindikasikan hubungan personal, finansial, maupun politik antara Epstein dan Putin. Penyelidikan lebih lanjut terhadap arsip yang dirilis masih terus berlangsung.

Bill Gates Sesali Hubungan Masa Lalu dengan Jeffrey Epstein

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Indonesia Melaju ke Final Voli Putra SEA Games 2025

Kolom