Fadli Zon Luruskan Pernyataan Soal Margono Djojohadikusumo dan Gelar Bapak Koperasi

Fadli Zon Luruskan Pernyataan Soal Margono Djojohadikusumo dan Gelar Bapak Koperasi - Fadli - Gambar 171
Fadli Zon (Tara Wahyu/detikJateng).

Manyala.co – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat menimbulkan perdebatan mengenai siapa sosok yang pantas menyandang gelar “Bapak Koperasi”. Selama ini, predikat tersebut secara resmi dilekatkan kepada Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta. Namun, dalam sebuah kesempatan, Fadli menyebut bahwa kakek Presiden Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo, dinilai lebih tepat menyandang gelar itu.

Fadli menegaskan bahwa ucapannya tersebut bukanlah sikap resmi pemerintah, melainkan murni pendapat pribadi. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

“Oh ya, bukan kebijakan resmi. Itu hanya pandangan pribadi saya. Karena menurut saya, Bung Hatta itu jauh lebih besar dari sekadar Bapak Koperasi,” ujar Fadli Zon kepada awak media.

Menurutnya, Bung Hatta memiliki kontribusi luas dalam membangun fondasi ekonomi bangsa. Perannya tidak hanya dalam pengembangan koperasi, tetapi juga dalam merancang konsep ekonomi kerakyatan yang kemudian menjadi pijakan pembangunan nasional. “Jadi, saya lebih melihat Bung Hatta sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan. Atribusinya melampaui gelar Bapak Koperasi,” imbuhnya.

Latar Belakang Pernyataan Fadli Zon

Pernyataan Fadli Zon terkait Margono Djojohadikusumo sempat mencuat dalam sebuah acara peluncuran buku berjudul Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 46, karya Jimmy S. Harianto dan H.M.U. Kurniadi, yang digelar di Kompas Institute pada Jumat (9/8/2025).

Putih Sari Bantu Warga Bekasi Hadapi Kemarau dengan Distribusi Air Bersih

Dalam forum tersebut, Fadli menilai Margono sebagai tokoh penting dalam pembangunan ekonomi nasional pada masa awal kemerdekaan. “Menurut saya, Pak Margono bisa dianggap Bapak Koperasi, sementara Bung Hatta lebih tepat disebut Bapak Ekonomi Kerakyatan,” kata Fadli ketika itu.

Ia menambahkan, perjuangan Margono tidak hanya dilakukan di lapangan perjuangan fisik, tetapi juga dalam arena kebijakan ekonomi yang krusial bagi kelangsungan bangsa muda saat itu.

Jejak Panjang Margono Djojohadikusumo

Nama Margono Djojohadikusumo tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai salah satu peletak dasar ekonomi nasional. Pada 5 Juli 1946, ia mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) di Yogyakarta, di tengah kondisi republik yang baru berdiri dan belum memiliki sistem keuangan mandiri. Salah satu langkah monumental BNI pada masa itu adalah mencetak Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang pertama yang menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa.

Tak hanya melalui lembaga keuangan, Margono juga dikenal aktif mendorong koperasi dan kredit rakyat sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekonomi kerakyatan. Semangat tersebut sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang mengedepankan prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan bersama.

Margono juga menanamkan nilai-nilai ekonomi Pancasila yang kelak diwarisi oleh putranya, ekonom kenamaan Sumitro Djojohadikusumo. Bersama Bung Hatta, Margono disebut sebagai salah satu arsitek awal gagasan ekonomi berbasis kerakyatan yang relevan hingga kini.

Soroti Penahanan Febrie Adriansyah, Bimantoro Tegaskan Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum

Margono Djojohadikusumo wafat pada 25 Juli 1978 dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah. Sejumlah kalangan menilai kiprahnya pantas diapresiasi lebih jauh, bahkan sudah muncul usulan agar Margono diangkat sebagai pahlawan nasional.

Kontroversi dan Penekanan Ulang

Meski memunculkan perdebatan, Fadli Zon mencoba meluruskan bahwa dirinya tidak bermaksud menggeser atau mengecilkan peran Mohammad Hatta. Sebaliknya, ia menekankan bahwa Hatta justru memiliki posisi yang lebih tinggi sebagai perancang ekonomi kerakyatan Indonesia.

“Yang saya maksud, Bung Hatta itu jauh lebih luas kiprahnya. Maka saya katakan, beliau lebih tepat disebut Bapak Ekonomi Kerakyatan. Sementara kontribusi Pak Margono juga besar, terutama di bidang koperasi dan fondasi perbankan nasional,” jelasnya.

Dengan demikian, pernyataan Fadli dapat dipahami sebagai bentuk penghargaan ganda terhadap dua tokoh bangsa yang sama-sama memiliki jasa besar di bidang ekonomi, meskipun dalam konteks yang berbeda.

La Tinro Soroti Penurunan Capaian Literasi dan Numerasi, Dorong Pemerintah Perkuat Evaluasi Pendidikan Nasional

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement