Gunung Semeru Meletus, Kolom Abu Capai 800 Meter: Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

Gunung Semeru Meletus, Kolom Abu Capai 800 Meter: Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan - Gunung - Gambar 1012
Gunung Semeru mengeluarkan lava pijar terlihat dari Desa Oro Oro Ombo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu, 17 Januari 2021. dok. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Manyala.co – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi pada Kamis malam, 19 Juni 2025, dengan letusan yang cukup signifikan. Letusan terpantau terjadi pada pukul 20.11 WIB dan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak, atau mencapai ketinggian 4.476 meter di atas permukaan laut.

Menurut laporan Liswanto, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, kolom abu yang muncul dari kawah teramati berwarna putih keabu-abuan dengan intensitas sedang dan mengarah ke utara. Saat laporan itu dikirimkan, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Dari hasil pemantauan selama hari Kamis, tercatat Gunung Semeru telah erupsi sebanyak enam kali. Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian kolom abu yang sama, yaitu 800 meter dari puncak. Hal ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut mengalami peningkatan yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan status waspada yang masih berlaku hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali memperbarui imbauan bagi masyarakat. Salah satu rekomendasinya adalah larangan beraktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari kawah.

Lebih lanjut, masyarakat juga diminta tidak melakukan kegiatan dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Pasalnya, alur sungai tersebut berpotensi dilalui perluasan awan panas dan lahar sejauh hingga 13 kilometer dari puncak gunung.

Jawab Pandangan Fraksi DPRD Makassar, Wali Kota Munafri Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat

Tak hanya itu, wilayah dalam radius tiga kilometer dari kawah juga harus dihindari sepenuhnya karena rentan terhadap lontaran material pijar yang dapat mengancam keselamatan.

Liswanto menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama terhadap potensi bencana sekunder seperti awan panas guguran, aliran lava, dan lahar hujan. Wilayah sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Bang, Besuk Sat, Besuk Kembar, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan, memiliki risiko tinggi terlanda material vulkanik.

Masyarakat yang bermukim atau beraktivitas di sekitar daerah rawan diminta mengikuti arahan otoritas setempat dan menjauhi jalur-jalur aliran sungai selama kondisi gunung masih labil. Aktivitas erupsi yang terus terjadi dalam kurun waktu berdekatan menunjukkan potensi ancaman yang serius jika diabaikan.

Hingga kini, pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru dan siap mengambil tindakan lanjutan bila diperlukan. Pemerintah daerah dan tim tanggap darurat juga diminta siaga dalam memberikan bantuan maupun evakuasi apabila kondisi memburuk.

Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement