Manyala.co – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp40.000 menjadi Rp2.878.000 per gram pada Rabu (18/2/2026), berdasarkan data resmi di laman logammulia.com.
Penurunan ini terjadi setelah harga emas Antam relatif bertahan di kisaran Rp2,9 juta per gram sejak awal Februari 2026. Level Rp2,8 juta per gram terakhir tercatat pada 3 Februari 2026 sebesar Rp2.844.000 dan 6 Februari 2026 sebesar Rp2.890.000 per gram.
Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami penurunan signifikan. Pada Rabu, harga buyback turun Rp51.000 menjadi Rp2.655.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan ketika konsumen menjual kembali emas batangan ke Butik Emas Logam Mulia Antam.
Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika pasar emas global dan domestik, meskipun tidak dirinci faktor pemicu penurunan pada hari ini. Harga emas biasanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta sentimen pasar terhadap kebijakan moneter global.
Secara rinci, harga emas Antam untuk berbagai pecahan pada Rabu adalah sebagai berikut: 0,5 gram Rp1.489.000; 1 gram Rp2.878.000; 2 gram Rp5.706.000; 3 gram Rp8.541.000; 5 gram Rp14.205.000; 10 gram Rp28.330.000; 25 gram Rp70.660.000; 50 gram Rp141.155.000; 100 gram Rp282.160.000; 250 gram Rp705.090.000; 500 gram Rp1.409.900.000; dan 1.000 gram Rp2.818.600.000.
Harga tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas emas batangan. Untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarif PPh 22 ditetapkan sebesar 0,45 persen dari nilai transaksi. Sementara itu, pembeli tanpa NPWP dikenakan tarif lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Sejak awal Februari, harga emas Antam tercatat bergerak di rentang Rp2.844.000 hingga Rp2.9 juta per gram. Dengan penurunan Rp40.000 pada Rabu, harga emas turun sekitar 1,37 persen dibandingkan posisi Rp2.918.000 jika diasumsikan dari kisaran atas Rp2,9 juta meskipun angka acuan pastinya bervariasi per hari.
Emas batangan Antam menjadi salah satu instrumen investasi ritel populer di Indonesia, terutama sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar keuangan. Permintaan biasanya meningkat menjelang periode ketidakpastian ekonomi atau pelemahan nilai tukar.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Antam terkait penyebab penurunan harga pada hari ini. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada dinamika harga emas global dan perkembangan pasar keuangan dalam beberapa hari mendatang.































