Indonesia Resmi Hadir di BRICS: Prabowo Serukan Diplomasi Damai dan Perluas Jejaring Global

Indonesia Resmi Hadir di BRICS: Prabowo Serukan Diplomasi Damai dan Perluas Jejaring Global - Indonesia - Gambar 797
PRESIDEN Prabowo Subianto (kanan).(dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Manyala.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencatat sejarah baru dalam diplomasi luar negeri Indonesia dengan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu, 6 Juli 2025. Ini merupakan kali pertama Indonesia hadir sebagai anggota penuh BRICS—sebuah forum ekonomi dan politik global yang kian berpengaruh di dunia.

Kehadiran Prabowo dalam forum internasional prestisius tersebut disambut hangat oleh para pemimpin negara anggota lainnya, menandai babak baru peran Indonesia di panggung global. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan memainkan peran strategis sebagai bridge-builder atau jembatan penghubung dalam menghadapi isu-isu global yang kian kompleks dan penuh ketegangan.

Inisiasi Prabowo, Akselerasi Bergabungnya Indonesia

Keanggotaan Indonesia dalam BRICS bukanlah proses yang berjalan lama. Hanya dalam waktu kurang dari satu tahun sejak Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden RI, Indonesia diterima sebagai anggota ke-11 BRICS pada Januari 2025. Proses ini disebut sebagai inisiatif langsung dari Presiden Prabowo sendiri, yang menyadari pentingnya keterlibatan Indonesia dalam kerja sama multilateral berbasis negara-negara berkembang.

Menurut Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, langkah itu merupakan cerminan visi Presiden dalam memperluas peran Indonesia sebagai bagian dari Global South yang vokal dan berpengaruh, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tataran internasional dalam bidang perdagangan, keamanan, dan tata kelola global.

Putih Sari Bantu Warga Bekasi Hadapi Kemarau dengan Distribusi Air Bersih

Dari Reformasi Multilateralisme hingga Tata Kelola AI

Agenda KTT BRICS 2025 kali ini cukup padat dan mencakup isu-isu multidimensi. Para pemimpin negara anggota BRICS berdiskusi seputar konflik geopolitik yang berlarut-larut di berbagai kawasan, perlunya reformasi struktur tata kelola global, serta penguatan prinsip multilateralisme yang inklusif.

Isu-isu kontemporer lain yang juga menjadi fokus antara lain pengembangan tata kelola kecerdasan buatan (AI), tantangan perubahan iklim, upaya peningkatan layanan kesehatan global, serta kerja sama ekonomi dan keuangan yang lebih adil.

Presiden Prabowo memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan sikap Indonesia secara tegas. Ia menolak keras segala bentuk agresi dan peperangan, dan sebaliknya menyerukan pentingnya diplomasi damai serta kerja sama antarbangsa demi kemakmuran bersama. Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi di sektor teknologi, pendidikan, dan keamanan pangan sebagai fondasi ketahanan global.

“Seribu Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak”

Soroti Penahanan Febrie Adriansyah, Bimantoro Tegaskan Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum

Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada media dan delegasi, Prabowo menggarisbawahi filosofi hubungan luar negeri Indonesia dengan mengutip pepatah yang sering ia gunakan: “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.” Ungkapan ini menurutnya merefleksikan kebutuhan dunia saat ini untuk membangun kepercayaan dan kerja sama daripada menciptakan permusuhan baru.

Prabowo juga menyatakan komitmen Indonesia untuk mendorong perdamaian dan pembangunan berkelanjutan melalui kerja sama lintas negara. Ia menilai bahwa dunia menghadapi ancaman polarisasi yang tajam, dan peran negara-negara Global South menjadi semakin penting untuk menyeimbangkan dinamika kekuatan global.

Anggota BRICS Kian Meningkat, Representasi Semakin Global

Seiring dengan keanggotaan baru seperti Indonesia, BRICS kini terdiri dari 11 negara: Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, Iran, dan Indonesia. Dengan keanggotaan ini, BRICS kini mewakili hampir 50 persen populasi dunia dan lebih dari sepertiga Produk Domestik Bruto (GDP) global.

Forum ini telah bertransformasi dari sekadar aliansi ekonomi negara-negara berkembang menjadi kekuatan geopolitik baru yang kian diperhitungkan oleh blok-blok besar seperti G7 dan NATO. Posisi Indonesia sebagai negara anggota G20 dan ASEAN memberikan nilai tambah tersendiri di dalam keanggotaan BRICS, karena mampu menjembatani kepentingan berbagai blok ekonomi dan kawasan.

Prabowo Terima Direktur FBI, Artefak Budaya Indonesia Kembali dari AS

Partisipasi Aktif Indonesia: 165 Pertemuan dalam 6 Bulan

Sejak resmi menjadi anggota BRICS awal tahun ini, Indonesia telah aktif mengikuti lebih dari 165 pertemuan resmi BRICS di bawah kepemimpinan Brasil, termasuk 20 pertemuan tingkat menteri. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan keanggotaan BRICS sebagai platform untuk menjalin diplomasi yang konstruktif.

Menurut keterangan resmi dari Sekretariat Presiden, delegasi Indonesia membawa sejumlah usulan konkret dalam forum tersebut, mulai dari peningkatan akses pasar negara berkembang, pembentukan dana infrastruktur bersama, hingga transfer teknologi ramah lingkungan antarnegara anggota.

Deklarasi Pemimpin BRICS dan Harapan Prabowo

KTT yang mengangkat tema Strengthening Global South Cooperation to a More Inclusive and Sustainable Governance ini diakhiri dengan penyusunan Leaders’ Declaration, yang menjadi hasil konsensus dari seluruh negara anggota BRICS. Deklarasi tersebut memuat komitmen bersama terhadap kerja sama di sektor ekonomi, politik, dan pembangunan berkelanjutan.

Prabowo berharap bahwa keberadaan Indonesia dalam BRICS akan terus membawa manfaat konkret, tidak hanya bagi posisi strategis Indonesia, tetapi juga bagi kepentingan rakyat dalam bentuk investasi, kerja sama perdagangan, dan akses teknologi yang lebih luas.

Menatap Masa Depan: BRICS dan Arah Baru Diplomasi Indonesia

Dengan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, arah kebijakan luar negeri Indonesia memasuki babak baru. Keterlibatan aktif di forum seperti ini tidak hanya memberikan akses ke jaringan diplomatik yang lebih luas, tetapi juga memperbesar peluang Indonesia dalam menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang, menyeimbangkan kekuatan global, dan memperjuangkan tata dunia baru yang lebih adil.

Presiden Prabowo mengisyaratkan bahwa Indonesia akan terus memposisikan diri sebagai mitra strategis yang independen, terbuka untuk dialog, dan selalu mengutamakan perdamaian, keadilan, serta kesejahteraan rakyat dalam setiap kebijakan luar negeri yang diambil.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement