Ketua Persaudaraan Timur Raya Desak Polisi Usut Tewasnya Dua Mata Elang

Ketua
Massa Indonesia Timur desak Polda Metro Jaya tangkap pengeroyok mata elang di Kalibata (Kompas,nwe)

Manyala.co – Ketua Umum Persaudaraan Timur Raya, Alex Kadju, menuntut kepolisian segera mengusut kasus pengeroyokan dua petugas penagih utang atau mata elang di Kalibata, Jakarta Selatan,Jakarta Pusat (21/7/2024), menyebabkan satu orang tewas dan satu lainnya luka berat.

Alex Kadju menyampaikan tuntutan tersebut menyusul insiden pengeroyokan yang terjadi di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Peristiwa itu memicu reaksi keras dari organisasi yang dipimpinnya dan menjadi perhatian luas di media sosial. Hingga Jumat malam, belum ada keterangan resmi kepolisian mengenai penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Dalam pernyataannya, Alex Kadju meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan adil. Ia menilai lambannya penanganan kasus berpotensi memicu ketegangan lanjutan di lapangan. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap isu kekerasan terhadap pekerja lapangan di wilayah perkotaan.

“Kami mau melakukan penyerangan balik, jujur, karena kami tidak terima saudara kami dibuat seperti binatang. Tidak ada sedikit pun rasa keprimanusiaannya,” ujar Alex Kadju. Ia menambahkan bahwa insiden tersebut bukan pertama kalinya anggota dari kawasan Indonesia Timur menjadi korban kekerasan.

Alex juga menyinggung latar belakang organisasi Persaudaraan Timur Raya yang menaungi anggota dari berbagai daerah. “Dan saya minta, saya sebagai ketua umum Persaudaraan Timur Raya, kami terdiri dari Kalimantan, Maluku, Papua, Sulawesi, NTT, NTB,” katanya. Pernyataan itu menegaskan posisi organisasi sebagai wadah lintas daerah Indonesia Timur.

Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Makassar Munafri Tegaskan Nilai Kebangsaan dalam Pelayanan

Kasus pengeroyokan tersebut mengakibatkan dua korban, dengan satu orang dinyatakan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka parah. Namun, hingga saat ini, rincian kronologi kejadian dan identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian belum merilis informasi resmi terkait jumlah terduga pelaku atau motif kejadian.

Alex Kadju juga menyampaikan kritik terhadap penegakan keadilan yang menurutnya belum dirasakan secara merata. “Tolonglah, aparat kepolisian berlaku adil. Ya, hargai kami juga,” ujarnya. Ia mengaitkan tuntutannya dengan prinsip keadilan sosial yang tertuang dalam Pancasila.

Dalam pernyataan lanjutan, Alex menyampaikan ancaman simbolik jika tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti. “Karena, mengapa itu ada sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia kalau tidak berlaku bagi kami orang Indonesia Timur. Kalau memang itu tidak berlaku bagi kami orang Indonesia Timur, kami angkat bendera, kami minta pisah!” katanya.

Alex Kadju diketahui menjabat sebagai Ketua Umum Persaudaraan Timur Raya sejak dilantik dalam Rapat Kerja Nasional I organisasi tersebut di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 Juli 2024. Sejak menjabat, ia kerap menyuarakan isu perlindungan dan keadilan bagi masyarakat asal Indonesia Timur di wilayah perkotaan.

Pihak kepolisian hingga Jumat malam belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Alex Kadju maupun perkembangan terbaru penyelidikan kasus pengeroyokan tersebut. Tidak ada konfirmasi apakah ancaman yang disampaikan akan ditindaklanjuti secara hukum atau dianggap sebagai pernyataan sikap semata.

Fakultas Teknik UNM Gandeng PT Indonav Teknologi Gelar Kuliah Umum, Perkuat Kompetensi Mahasiswa Lewat Teknologi Pemetaan Presisi Tinggi

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Mengintip 10 Bunker Paling Aman di Dunia, dari Swiss hingga Amerika Serikat

02

Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia, Bahlil: Itu Hanya Perpindahan Kepemilikan Biasa

03

Sidang Tom Lembong: Saksi Sebut Indonesia Alami Defisit Gula pada 2015–2016

04

Nicholas Saputra Ciptakan Desain Perhiasan dengan Sentuhan Elemen Api

05

Okayama Connection Salurkan 100 Relief Bag untuk Warga Terdampak Gempa Kumamoto, Jepang

06

Aksi Tak Pantas Oknum Ojol di Bandar Lampung Bikin Perempuan Trauma

07

Polres Luwu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Traktor

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement