Megawati Hangestri Ungkap Kekecewaan: Atlet Dituntut Raih Medali Tanpa Dukungan Nyata

Megawati Hangestri Ungkap Kekecewaan: Atlet Dituntut Raih Medali Tanpa Dukungan Nyata - Megawati - Gambar 1356
Megawati Hangestri Pertiwi. (Dok. RedSparks)

Manyala.co – Megawati Hangestri Pertiwi, salah satu atlet voli putri paling bersinar Indonesia, pernah menyampaikan keluhan dan kritik tajam terhadap kondisi pembinaan atlet nasional, khususnya yang dinaungi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Dalam sebuah wawancara yang dilakukan sebelum dirinya kembali ke Tanah Air, Megawati dengan tegas menyuarakan uneg-unegnya sebagai atlet yang merasa tuntutan tak sebanding dengan dukungan yang diterima.

Dikenal dengan julukan “Megatron”, atlet asal Jember ini merasa bahwa target pemerintah yang selalu berharap medali emas dari cabang voli putri belum diimbangi dengan langkah konkret dalam pengembangan kualitas tim nasional. Ia menilai bahwa minimnya kesempatan tampil di kompetisi internasional menjadi salah satu hambatan utama bagi perkembangan pemain Indonesia.

“Target dari dulu selalu emas, tapi kenyataannya, kalau pemerintah mengizinkan dan memfasilitasi lebih banyak pertandingan internasional, mungkin kita bisa sejajar dengan negara-negara lain,” ujarnya dalam wawancara bersama kanal YouTube SPOTV yang dikutip pada Selasa (20/5/2025).

Megawati menyoroti kurangnya try out atau uji tanding ke luar negeri sebagai masalah krusial. Dia menyebut, sepanjang tahun lalu, timnas voli putri hampir tidak mendapatkan kesempatan berlaga melawan tim luar negeri. Kondisi ini berbeda jauh dengan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang lebih aktif dalam mengirim timnya ke ajang-ajang internasional.

Ia menambahkan bahwa tanpa pengalaman bertanding dengan tim-tim asing, kemampuan atlet akan mandek dan tidak berkembang. “Mungkin karena minim pengalaman, kita jadi tidak bisa mengasah kemampuan. Ketemunya ya itu-itu saja. Jadi seperti jalan di tempat,” ungkapnya.

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Dalam pernyataannya, Megawati meminta perhatian lebih dari pemerintah dan PBVSI. Ia yakin para atlet Indonesia punya potensi besar yang bisa bersaing di kancah internasional jika dikelola dengan serius. “Tolonglah, ke depannya semoga kita lebih diperhatikan. Karena sebenarnya kita ini punya kemampuan,” katanya penuh harap.

Megawati sendiri memiliki deretan prestasi yang membuktikan kualitasnya. Di tingkat nasional, ia sukses membawa Jakarta BIN menjuarai Proliga 2024 dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik. Di level internasional, dia menjadi MVP di beberapa putaran V-League Korea Selatan bersama klub Daejeon Red Sparks serta mengantar timnya menjadi runner-up liga tersebut musim 2024–2025.

Ia juga dikenal sebagai sosok inspiratif, terutama bagi atlet perempuan, karena selain konsisten dalam prestasi, Megawati adalah pemain voli berhijab pertama yang tampil di liga Korea Selatan. Sikap religius dan semangatnya dalam mengamalkan nilai-nilai keagamaan turut menjadi nilai lebih di mata banyak penggemarnya.

Saat ini, Megawati kembali ke Indonesia dan sempat bergabung dengan Gresik Petrokimia dengan kontrak singkat satu bulan. Meski demikian, kabarnya ia tengah mempertimbangkan bergabung dengan klub di Vietnam. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas Megawati masih sangat diminati, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional.

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia, Bahlil: Itu Hanya Perpindahan Kepemilikan Biasa

02

Nicholas Saputra Ciptakan Desain Perhiasan dengan Sentuhan Elemen Api

03

Okayama Connection Salurkan 100 Relief Bag untuk Warga Terdampak Gempa Kumamoto, Jepang

04

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

05

Mengintip 10 Bunker Paling Aman di Dunia, dari Swiss hingga Amerika Serikat

06

Sidang Tom Lembong: Saksi Sebut Indonesia Alami Defisit Gula pada 2015–2016

07

10 Negara Paling Dingin di Dunia pada Tahun 2025

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement