Pagar Laut di Banten Masih Berdiri Kokoh, Aktivis Nelayan Bongkar Fakta Mengejutkan

Pagar Laut di Banten Masih Berdiri Kokoh, Aktivis Nelayan Bongkar Fakta Mengejutkan - Kasus Pagar Laut Banten - Gambar 2087
Pagar Laut di Banten Masih Berdiri Kokoh, Aktivis Nelayan Bongkar Fakta Mengejutkan

Manyala.co – Polemik soal pagar laut di utara perairan Banten kembali memanas. Aktivis nelayan asal Banten, Kholid Maqdir, menegaskan bahwa pagar bambu yang jadi sorotan publik itu masih berdiri kokoh dan bukan sekadar isu belaka.

Pantauan langsung ke sejumlah titik di Desa Lontar, Kabupaten Tangerang, memperlihatkan pagar laut tersebut masih menjulang di tengah ombak meski sebagian mengalami kerusakan. “Ini bukan katanya-katanya, ternyata memang benar ini belum dicabut,” ujar Kholid dilangsir IDN Times, Kamis (10/4/2025).

Di tengah hantaman ombak laut utara Pulau Jawa, pagar bambu di perairan Kronjo masih tampak tegak berdiri. Meski begitu, beberapa titik terlihat mengalami patahan yang menurut Kholid justru menambah kerusakan lingkungan laut. “Kalau bicara soal laut, ya ini udah gak bersih lagi,” tambahnya.

Isu pagar laut ini sempat mereda, namun kini kembali viral usai dilakukan penelusuran oleh Kholid bersama awak media dan sejumlah kreator konten.

Mereka menemukan bahwa pagar bambu itu masih terbentang sepanjang beberapa kilometer, mulai dari Desa Lontar di Kecamatan Kemiri hingga Desa Muncung di Kecamatan Kronjo, bahkan mengarah ke wilayah perairan Kabupaten Serang.

Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Munafri, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026

Bagi Kholid, keberadaan pagar laut ini bukan hanya mencerminkan kegigihan masyarakat pesisir menjaga wilayah mereka, tetapi juga menandakan kelalaian pemerintah pusat dalam menuntaskan persoalan yang sudah lama berlarut.

Ia pun melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Bambu di laut saja gak selesai-selesai, bagaimana negara kita mengurusi kedaulatan negaranya sendiri?” sindirnya.

Ia juga menyinggung bahwa pemerintah cenderung bergerak cepat hanya ketika ada peluang untuk korupsi. “Mereka bukan mau urus negara, cuma mau nyolong duit negara bareng korporasi,” ucapnya dengan nada kesal.

Kholid memperingatkan bahwa jika situasi ini terus dibiarkan, bisa jadi rakyat akan memandang negara sebagai penjahat. “Apa perlu rakyat marah? Kaya uler makan daun, kan bahaya,” tambahnya dengan analogi tajam.

Di sisi lain, penegakan hukum mulai bergerak. Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus pagar laut di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

Mereka diduga memalsukan 93 Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan cara memindahkan lokasi sertifikat dari darat ke laut guna memperluas area secara ilegal.

Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap bahwa bahkan ada sertifikat palsu yang digunakan sebagai jaminan pinjaman ke bank.

Di antara tersangka terdapat aparat desa, termasuk Kepala Desa Abdul Rosid Sargan, Kasi Pemerintahan berinisial JR, serta mantan kepala desa berinisial MS.

Kisruh soal pagar laut ini semakin membuktikan bahwa permasalahan tata kelola wilayah pesisir bukan persoalan sepele dan kini kembali menjadi sorotan publik seiring viralnya temuan-temuan terbaru di lapangan.

Semarak Budaya 2026 di Palopo, La Tinro La Tunrung Dorong Pelestarian Warisan Budaya

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Munafri, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026

02

Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa, Pemasaran UMKM dan Hasil Tani Makin Terbuka

03

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

04

Loka MBG Segera Diluncurkan, BGN Bidik Pasar Lebih Luas bagi Petani dan Peternak

05

Respons Kritik Malaysia-Singapura soal Karhutla, Dasco: Jawab dengan Kerja Teruji

06

Semarak Budaya 2026 di Palopo, La Tinro La Tunrung Dorong Pelestarian Warisan Budaya

07

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Makassar Munafri Rawat Kebersamaan dengan Pemuda Lintas OKP

08

Kebakaran Melonjak, Petugas Damkarmat Makassar Siaga Siang hingga Dini Hari

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Kolom

× Advertisement
× Advertisement