Pemerintah Minta Operator Perketat Sistem Antiscam Digital

Pemerintah
Ilustrasi Sistem Antiscam Digital.

Manyala.co – Pemerintah memperingatkan bahwa variasi modus kejahatan siber meningkat tajam dan meminta operator telekomunikasi memperkuat perlindungan bagi pelanggan melalui sistem antiscam otomatis berbasis AI.

Peringatan itu disampaikan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, di Jakarta, Sabtu (15/11/2025). Ia mengatakan pola spoofing, masking, dan penyalahgunaan identitas pelanggan masih menjadi metode utama para pelaku.

Edwin menjelaskan bahwa bentuk penipuan digital yang paling sering dilaporkan adalah scam call atau panggilan penipuan. Aksi tersebut dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi seperti telepon, SMS, layanan pesan instan, surat elektronik, dan platform lain. “Pertanyaannya, bagaimana kita dapat mencegah hal ini?” ujarnya.

Sistem Antiscam Berbasis AI

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah meminta operator membangun sistem antiscam yang mampu mendeteksi pola penipuan secara otomatis. Menurut Edwin, teknologi berbasis kecerdasan buatan dapat menghentikan panggilan palsu sebelum mencapai pengguna. Panggilan tersebut biasanya mengatasnamakan lembaga resmi atau individu tertentu untuk meyakinkan korban.

“Operator harus melindungi pelanggan mereka,” kata Edwin. Ia menegaskan pentingnya infrastruktur antiscam yang mumpuni untuk memblokir panggilan penipuan, termasuk yang menggunakan nomor masking.

Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

Lonjakan Aktivasi Nomor Baru

Edwin menyoroti tingginya aktivitas registrasi kartu SIM baru sebagai salah satu titik rawan penyalahgunaan identitas. Saat ini, operator seluler mencatat sedikitnya 500 ribu hingga satu juta aktivasi nomor baru per hari. Angka tersebut membuka ruang bagi pelaku untuk memanfaatkan data pribadi seperti NIK dan nomor KK yang bocor.

Menurut Edwin, kebocoran identitas memungkinkan registrasi kartu SIM ilegal dalam skala besar. Pola ini dapat dimanfaatkan untuk tindakan penipuan massal, pemalsuan identitas, dan manipulasi layanan berbasis telekomunikasi.

Ia menegaskan kembali bahwa pencegahan harus dilakukan pada level sistem, bukan hanya imbauan kepada masyarakat. Operator diminta memastikan mekanisme verifikasi identitas pelanggan berjalan ketat agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Risiko Keamanan dan Konteks Global

Peningkatan penipuan digital mengikuti tren global yang menunjukkan aktivitas kejahatan siber semakin kompleks. Organisasi internasional di bidang keamanan siber melaporkan pertumbuhan signifikan pada penipuan berbasis spoofing dan rekayasa sosial dalam dua tahun terakhir. Pola serupa terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sementara itu, peningkatan penggunaan nomor prabayar baru membuat sistem registrasi menjadi salah satu fokus penguatan keamanan. Pemerintah menyebut pengawasan yang lebih ketat terhadap data kependudukan dan validasi SIM card penting untuk menekan risiko penyalahgunaan.

Enrekang Raih Peringkat Ketiga TPID Award 2026 Tingkat Nasional

Edwin menegaskan operator harus meningkatkan kolaborasi dengan regulator untuk memastikan langkah-langkah pencegahan berjalan efektif. Hingga Sabtu malam, belum ada rincian tambahan terkait implementasi teknis sistem antiscam berbasis AI yang diminta pemerintah.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

06

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

Kolom

× Advertisement
× Advertisement