Pendaftaran Program Transmigrasi Patriot Direncanakan Dibuka Akhir Mei 2025

Pendaftaran Program Transmigrasi Patriot Direncanakan Dibuka Akhir Mei 2025 - Iftitah - Gambar 1918
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kanan) melihat mesin tik peninggalan para pendiri LKBN ANTARA dengan didampingi oleh Direktur Pemberitaan ANTARA Irfan Junaidi (kiri) saat mengunjungi ANTARA Heritage Center, Jakarta, Senin (21/4/2025). (dok.ANTARA/Uyu Septiyati Liman).

Manyala.co – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah mempersiapkan secara matang peluncuran Program Transmigrasi Patriot, dengan pendaftaran direncanakan mulai akhir Mei 2025.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat ditemui di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Senin (21/4). Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh proses berjalan dengan baik dan matang sebelum program resmi dibuka.

“Target kami pendaftaran dimulai akhir Mei, mudah-mudahan bisa sesuai jadwal, karena kami ingin seluruh prosesnya betul-betul siap,” ujar Iftitah.

Salah satu fokus utama saat ini adalah penyesuaian anggaran, mengingat Kementrans baru saja diaktifkan kembali di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk saat ini, anggaran operasional masih berasal dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

Iftitah menjelaskan bahwa Program Transmigrasi Patriot merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di kawasan transmigrasi, agar mampu mengelola lahan secara mandiri dan produktif.

240 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, Tanpa Tes

Program ini dirancang menjadi sebuah gerakan nasional yang menyasar generasi muda melalui beasiswa double degree untuk jenjang D4, S1, S2, hingga S3, yang bisa ditempuh di kampus lokal, nasional, maupun luar negeri. Mahasiswa peserta program akan mengikuti kegiatan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat secara intensif.

“Kami sepakat bahwa kunci kesejahteraan jangka panjang adalah melalui pendidikan,” ucap Iftitah.

Sebagai contoh, ia menyebut mahasiswa dari Natuna, Kepulauan Riau, bisa mengambil studi Ilmu Kelautan dengan kombinasi antara Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan IPB University. Mereka akan menjalani masa matrikulasi dua bulan di IPB, lalu melanjutkan perkuliahan dengan sistem hybrid langsung di kawasan transmigrasi tempat mereka tinggal.

Setelah lulus, peserta program akan terikat dalam masa kerja wajib (ikatan dinas). Saat ini skemanya masih dibahas, apakah durasinya setara masa studi (1N), 1N+1, atau dua kali masa studi (2N).

Pemerintah juga tengah mengupayakan agar tersedia off-taker atau pihak penjamin kerja, sehingga lulusan program dapat langsung terserap ke dunia kerja.

Menhaj Lantik 174 Pejabat Kemenhaj, Tekankan Integritas dan Persiapan Haji 2027

Tak hanya beasiswa, Kementrans juga akan membentuk Tim Ekspedisi Patriot, berisi akademisi muda lulusan sarjana yang akan melakukan riset potensi wilayah transmigrasi dan memberikan pendampingan kepada peserta program serta masyarakat setempat.

“Para Patriot Transmigrasi nantinya akan terlibat langsung dalam pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di daerah transmigrasi,” tutup Iftitah.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement