Manyala.co – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyatakan bahwa partainya menargetkan lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada pemilihan umum 2029. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi prioritas utama PSI setelah perolehan suara pada dua pemilu sebelumnya belum cukup membawa partai itu ke DPR.
“Ya sebesar-besarnya, yang penting lolos Senayan kami sudah bersyukur sekali,” ujar Kaesang saat menghadiri syukuran HUT ke-11 PSI di Kantor DPP PSI, Jakarta, Minggu (16/11/2025) malam. Ia menyebut Pemilu 2029 akan menjadi kontestasi dengan dinamika baru, terutama karena dominasi pemilih generasi Z dan penggunaan teknologi politik yang semakin meluas.
PSI yang berdiri pada 2014 kini memasuki fase baru setelah menjadi tujuan sejumlah figur politik yang bergabung dalam beberapa tahun terakhir. Kaesang menyebut momen HUT ke-11 sebagai titik kebangkitan menjelang Pemilu 2029.
“Ini adalah era barunya PSI, era di mana banyak orang yang sekarang berkumpul di PSI, dan kami berharap dengan tema ini membawa kebangkitan yang baru supaya PSI bisa menang di 2029,” ujarnya.
Pada Pemilu 2019, PSI meraih 1,89 persen suara atau 2.650.361 suara dan gagal melampaui PT sebesar 4 persen. Pada Pemilu 2024, perolehan suara PSI naik menjadi 4.260.169 suara atau 2,81 persen. Meski meningkat sekitar 61 persen dibanding 2019, capaian tersebut masih belum cukup untuk meloloskan partai ke Senayan. PSI saat itu dipimpin oleh Grace Natalie dan masih menggunakan logo mawar sebelum kemudian bertransformasi.
Dalam konteks nasional, perubahan ambang batas parlemen menjadi salah satu isu yang banyak dibahas menjelang Pemilu 2029. Beberapa partai politik mendorong kenaikan PT, termasuk Nasdem yang mengusulkan batas baru sebesar 7 persen. Wacana ini menimbulkan perdebatan tentang representasi politik dan peluang partai baru.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali mengatakan bahwa partainya siap menghadapi berapa pun angka PT yang ditetapkan parlemen. Dalam kunjungan ke Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025), ia menegaskan kesiapan PSI bersaing meski tidak memiliki kursi DPR.
“Sebagai partai politik, sebagai partai yang disiapkan untuk menjadi pemenang, kami pun tentunya tidak punya pilihan lain,” ujarnya.
Ali menambahkan bahwa PSI tidak keberatan apabila PT dinaikkan hingga 8 persen. “8 persen pun bagi kami itu suatu hal yang menggembirakan juga. Kami siap untuk di semua medan pertarungan, karena memang kami hadir di 2029 ini sebagai partai yang tidak didesain sebagai penggembira, tapi Insyaallah PSI, ini di 2029 kami desain sebagai partai pemenang,” katanya.
Ali menyadari PSI adalah partai baru dengan posisi politik terbatas setelah tidak lolos ke DPR pada 2024. Karena itu, strategi PSI difokuskan pada penguatan struktur dan kesiapan di lapangan.
“Ya caranya karena kami bukan penguasa politik, karena kami tidak punya orang di DPR, maka yang kami bisa lakukan adalah menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk bertarung di semua medan yang disiapkan oleh penguasa politik di DPR hari ini,” ujarnya.
PSI belum merilis target suara spesifik untuk Pemilu 2029. Namun, Kaesang sebelumnya menegaskan bahwa pencapaian lolos ke DPR menjadi prioritas utama, seiring upaya partai memperluas jaringan, merekrut kader baru, dan memanfaatkan potensi pemilih muda yang diperkirakan mendominasi pemilu berikutnya.
































