Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Bandingkan Era SBY dan Jokowi

Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah melakukan pertemuan Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu (15/10/2025).(Dok. KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU )

Manyala.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membandingkan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), seraya menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen pada periode kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi di era SBY mencapai rata-rata 6 persen per tahun, meski laju pembangunan tidak seagresif masa Jokowi. Sementara, pada periode Jokowi, laju ekonomi nasional bertahan di kisaran rata-rata 5 persen. Menurut dia, perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan fokus kebijakan ekonomi antara keduanya.

“Pemerintahan Jokowi lebih menekankan pada belanja pemerintah, sementara SBY menggerakkan sektor swasta. Saya ingin menyeimbangkan keduanya agar pertumbuhan mencapai 6 persen,” kata Purbaya, Jumat (17/10/2025).

Purbaya menilai tekanan terhadap perekonomian mulai meningkat sejak April hingga Agustus 2025, terutama pada sektor riil. Ia menambahkan, demonstrasi besar yang terjadi pada akhir Agustus lalu merupakan cerminan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, bukan akibat instabilitas politik.

“Rakyat langsung merasakan tekanan ekonomi. Kalau tidak cepat diperbaiki, demonstrasi bisa berlarut dan berdampak buruk ke depan,” ujar Purbaya.

Menkeu Bantah Isu Kas Negara Rp120 Triliun

Kebijakan Penempatan Dana Pemerintah

Sebagai langkah konkret, Purbaya menempatkan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun pada bank-bank milik negara (Himbara). Kebijakan itu diharapkan meningkatkan kredit ke sektor riil dan memperkuat peredaran uang di sistem keuangan nasional.

Menurut Purbaya, dampak kebijakan tersebut sudah mulai terlihat. Uang beredar (M0) tumbuh 13,2 persen, menandakan meningkatnya likuiditas di pasar domestik. “Artinya, injeksi dana pemerintah sudah menambah likuiditas secara signifikan. Saya akan memantau terus per bulan. Kalau kurang, akan saya tambah,” ujarnya.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi Kementerian Keuangan untuk menstabilkan ekonomi di tengah tekanan inflasi dan penurunan daya beli masyarakat. Purbaya menegaskan, keseimbangan antara pengeluaran pemerintah dan dorongan terhadap investasi swasta menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Arahan Presiden Prabowo

Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Dalam rapat tersebut, Prabowo memberikan tugas khusus kepada Menkeu Purbaya untuk meningkatkan penerimaan pajak nasional.

“Tadi dibahas progres peningkatan pajak. Kita berharap di bawah kepemimpinan Menkeu yang baru, pendapatan pajak bisa meningkat,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan, Kamis (16/10/2025).

Habiburrokhman Serap Aspirasi Warga Pulogadung Saat Reses

Prabowo juga meminta evaluasi atas aturan devisa hasil ekspor (DHE) agar kebijakan tersebut berjalan optimal dan memberi keuntungan bagi negara. Selain itu, ia menugaskan Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pupuk nasional serta merevitalisasi pabrik pupuk untuk efisiensi produksi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto juga mendapat mandat memperkuat sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi, khususnya pada sektor Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaporkan kemajuan kerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan, termasuk pengembalian sejumlah lahan sawit yang melanggar aturan kepada negara.

Langkah koordinatif lintas kementerian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan efisiensi fiskal di tengah tekanan global.

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Kartika Sandra Desi Tinjau Bulog, Pastikan Pangan Tetap Aman

02

Muhammad Rahul Apresiasi Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba di Rokan Hilir

03

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

04

HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global

05

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Percepatan Program Nasional

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement