Purbaya Tolak Pendanaan APBN untuk Proyek Family Office Usulan Luhut

Purbaya
Menkeu Purbaya (Dok. Okezone)

Manyala.co Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai proyek family office yang diusulkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menyatakan proyek tersebut bukan prioritas dan harus dibiayai mandiri oleh pihak penggagas.

Purbaya menyampaikan hal itu saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (13/10). Ia menegaskan, fokus utama Kementerian Keuangan adalah menjaga efisiensi penggunaan anggaran dan memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana nasional.

“Saya sudah dengar lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana. Saya fokus,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan bahwa penyaluran anggaran negara harus tepat sasaran dan tidak boleh dialihkan ke proyek yang tidak termasuk dalam prioritas pemerintah. Menurutnya, prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi dasar utama dalam kebijakan fiskal saat ini.

“Kalau kasih anggaran yang tepat, nanti pasti pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran, dan nggak ada yang bocor. Itu saja,” katanya.

Digelar Tiga Hari, Wali Kota Makassar Resmi Buka Makassar Cooperative Expo 2026

Saat ditanya apakah dirinya pernah memberikan masukan kepada DEN terkait proyek tersebut, Purbaya menampik. Namun, ia tetap berharap agar inisiatif itu berjalan baik apabila dikerjakan tanpa menggunakan dana negara.

“Nggak, kalau mau saya doain lah,” ujarnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut, Purbaya mengaku belum memahami secara mendalam konsep family office yang dimaksud. Meski Luhut kerap menyebut rencana itu dalam berbagai kesempatan, Purbaya menyebut dirinya belum pernah menerima paparan resmi.

“Saya belum terlalu ngerti konsepnya walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, tapi saya nggak pernah lihat. Jadi, saya nggak bisa jawab,” katanya.

Konsep family office sendiri merujuk pada lembaga pengelola kekayaan pribadi atau keluarga konglomerat yang lazim ditemukan di pusat keuangan dunia seperti Singapura dan Hong Kong. Struktur semacam itu biasanya melayani kebutuhan investasi, pajak, dan warisan bagi individu dengan kekayaan sangat tinggi atau ultra high net worth individuals (UHNWI).

Wali Kota Makassar Dorong Pembaruan Tata Kelola Aset Daerah, Perkuat Akuntabilitas Pemerintah

Dalam beberapa bulan terakhir, wacana pendirian family office di Indonesia, khususnya di Bali, mengemuka sebagai bagian dari rencana DEN untuk menarik arus investasi asing dari kalangan superkaya global. Ide ini diklaim dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat finansial alternatif di kawasan Asia Tenggara.

Namun, penolakan Purbaya menegaskan bahwa proyek tersebut belum menjadi bagian dari kebijakan fiskal resmi pemerintah. Hingga Senin malam, belum ada keterangan lanjutan dari pihak DEN atau Luhut Binsar Pandjaitan mengenai respons terhadap pernyataan Menteri Keuangan.

Jika proyek itu dilanjutkan tanpa dukungan APBN, maka pelaksanaannya diperkirakan akan bergantung pada investasi swasta atau skema kemitraan dengan sektor finansial global.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Tim PKM PNUP Gelar Kegiatan Penerapan Teknologi di Kabupaten Sidrap

04

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

05

Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an

06

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

07

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement