Sepuluh Negara Catat Kasus Rudapaksa Tertinggi Global

Rudapaksa
Ilustrasi Sepuluh Negara Catat Kasus Rudapaksa Tertinggi Global. (Dok. ist)

Manyala.co – Data internasional terbaru menunjukkan sedikitnya 370 juta perempuan dan anak perempuan di dunia pernah mengalami rudapaksa atau kekerasan seksual sebelum usia 18 tahun, dengan sejumlah negara mencatat angka insiden tertinggi berdasarkan laporan resmi 2023.

Perkiraan tersebut disampaikan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dalam laporan yang dirilis pada 2024. Laporan itu menegaskan bahwa sekitar satu dari delapan perempuan dan anak perempuan di dunia mengalami kekerasan seksual pada masa kanak-kanak, terutama selama periode remaja awal hingga akhir.

Menurut UNICEF, mayoritas kasus kekerasan seksual terhadap anak terjadi pada rentang usia 14 hingga 17 tahun. Studi-studi yang dikaji lembaga tersebut juga menunjukkan bahwa korban kekerasan seksual memiliki risiko lebih tinggi mengalami pelecehan berulang, yang memperbesar dampak trauma jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan mental.

Secara terpisah, data World Population Review mencatat sepuluh negara dengan jumlah laporan kasus rudapaksa tertinggi pada 2023. Angka tersebut dihitung berdasarkan laporan resmi kepada aparat penegak hukum dan tidak mencakup kasus yang tidak dilaporkan, yang secara global diperkirakan jauh lebih besar.

Brasil menempati posisi teratas dengan 81.603 kasus yang tercatat. Prancis berada di urutan kedua dengan 41.652 laporan, disusul Meksiko dengan 24.600 kasus dan Kolombia sebanyak 20.158 kasus. Jerman mencatat 13.108 laporan, sementara Swedia melaporkan 8.908 kasus pada periode yang sama.

Bukan China atau Rusia, Negara Ini Rajai Emas Dunia 2026

Di kawasan Amerika Latin, Argentina mencatat 6.387 kasus, Guatemala 6.010 kasus, dan Ekuador 5.958 kasus. Pakistan melengkapi daftar sepuluh besar dengan 5.867 laporan rudapaksa. World Population Review menyatakan bahwa angka tersebut merepresentasikan jumlah insiden per 100.000 penduduk di masing-masing negara.

Lembaga tersebut menekankan bahwa perbedaan angka antarnegara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sistem pelaporan, tingkat kesadaran korban, definisi hukum tentang kejahatan seksual, serta kapasitas institusi penegak hukum. Karena itu, perbandingan lintas negara harus dibaca dengan kehati-hatian.

UNICEF menyatakan bahwa pencegahan kekerasan seksual memerlukan intervensi yang terarah sejak usia remaja. Lembaga tersebut menilai bahwa pendekatan preventif, edukasi, dan perlindungan sosial berperan penting dalam memutus siklus kekerasan dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap korban.

Sejumlah organisasi internasional juga menyoroti bahwa angka kekerasan seksual global kemungkinan jauh lebih tinggi dari data resmi. Banyak korban tidak melaporkan kasus yang dialaminya karena stigma sosial, ketakutan terhadap pelaku, atau keterbatasan akses terhadap sistem hukum.

Hingga laporan ini disusun, belum terdapat pembaruan resmi dari otoritas nasional masing-masing negara terkait tren awal kasus pada 2024 dan 2025. Para pengamat menilai transparansi data dan penguatan sistem pelaporan menjadi kunci dalam upaya penanganan kekerasan seksual secara global.

Epstein Berulang Kali Upaya Bertemu Putin, Arsip AS Ungkap Fakta

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Indonesia Melaju ke Final Voli Putra SEA Games 2025

Kolom