Sidang Uang Palsu di UIN Makassar, Terungkap Dugaan Jaringan hingga Internal Bank Indonesia

Sidang Uang Palsu di UIN Makassar, Terungkap Dugaan Jaringan hingga Internal Bank Indonesia - Sidang - Gambar 846
Sidang lanjutan kasus peredaran uang palsu yang menyeret nama sejumlah pejabat di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Manyala.co – Sidang lanjutan kasus peredaran uang palsu yang menyeret nama sejumlah pejabat di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (2/7/2025). Dalam sidang tersebut, sejumlah fakta baru yang mengejutkan terungkap, termasuk dugaan keterlibatan pihak dari internal Bank Indonesia (BI).

Sidang yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA itu menghadirkan terdakwa Andi Ibrahim, yang menjabat sebagai Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, untuk menjalani pemeriksaan di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Dyan Martha Budhinugraeny dengan dua hakim anggota, Sihabudin dan Yeni. Jaksa penuntut umum dalam perkara ini adalah Basri Bacho dan Aria Perkasa Utama.

Dalam kesaksiannya, Andi Ibrahim menjelaskan awal mula keterlibatannya dalam sindikat uang palsu tersebut. Ia menyebut bahwa dirinya pertama kali bertemu dengan bos sindikat saat berdiskusi seputar pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan. Obrolan itu kemudian berlanjut ke rencana pembuatan uang palsu yang dilakukan pertama kali di kawasan Jala Sunu, Makassar, sebelum akhirnya dipindahkan ke gedung perpustakaan kampus 2 UIN Alauddin Makassar.

Salah satu nama yang disebut dalam sidang adalah Hendra, sosok yang diklaim sebagai pemesan uang palsu senilai Rp 1 miliar. Dalam prosesnya, Hendra menunjukkan uang palsu pecahan Rp 50.000 yang gagal lolos dalam pengujian sinar ultraviolet. Sebaliknya, rekannya Syahruna justru menunjukkan uang palsu pecahan Rp 100.000 yang berhasil melewati pengujian dan tidak terdeteksi sebagai palsu.

Menurut pengakuan Ibrahim, Hendra bersedia membeli uang palsu senilai Rp 1 miliar dengan harga Rp 100 juta uang asli. “Waktu itu Hendra bilang uangnya akan dibawa ke bank untuk ditukar dengan uang asli, katanya ada link orang dalam BI,” ujar Ibrahim di ruang sidang.

Semarak Budaya 2026 di Palopo, La Tinro La Tunrung Dorong Pelestarian Warisan Budaya

Pernyataan itu langsung memancing pertanyaan dari Ketua Majelis Hakim Dyan Martha. Ia mempertanyakan pemahaman Andi Ibrahim sebagai seorang PNS bergelar doktor terkait proses pemusnahan dan pencetakan uang yang seharusnya hanya dilakukan oleh otoritas resmi, yaitu Bank Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ibrahim mengatakan bahwa dirinya hanya mendapat informasi dari Hendra bahwa uang palsu itu akan ditukar menggunakan jalur orang dalam BI, memanfaatkan celah dari proses uang rijek – yaitu uang rusak yang seharusnya dimusnahkan dan diganti oleh BI. “Saya hanya diberi tahu soal link di dalam BI,” ucapnya.

Kasus ini telah menyita perhatian publik sejak Desember 2024 lalu. Pasalnya, produksi uang palsu dilakukan di lingkungan akademik UIN Alauddin Makassar dengan menggunakan mesin cetak canggih, bahkan disebut mampu mencetak uang dalam jumlah triliunan rupiah. Parahnya lagi, kualitas cetakan uang palsu tersebut sangat tinggi sehingga sulit dikenali oleh mesin penghitung uang maupun perangkat x-ray.

Total terdapat 15 terdakwa dalam kasus ini, dengan agenda sidang yang berbeda. Selain Andi Ibrahim dan Syahruna, terdakwa lainnya antara lain Ambo Ala, Jhon Bliater Panjaitan, Sattariah, Sukmawati, Andi Haeruddin, Mubin Nasir, Kamarang Daeng Ngati, Irfandy, Sri Wahyudi, Muhammad Manggabarani, Satriadi, Ilham, dan Annar Salahuddin Sampetoding.

Dalam salah satu sidang sebelumnya, ruangan sempat pecah oleh gelak tawa ketika terdakwa mengklaim bahwa sumber uang palsu berasal dari “makhluk halus”. Sementara itu, dalam sidang terpisah, terdakwa utama yang disebut sebagai bos sindikat bahkan mengaku pernah menjadi politikus selama 25 tahun dan aktif di partai politik ternama.

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Makassar Munafri Rawat Kebersamaan dengan Pemuda Lintas OKP

Majelis hakim menegaskan bahwa sidang ini akan terus berlanjut dengan pemeriksaan terhadap masing-masing terdakwa, sembari menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk dari instansi resmi seperti Bank Indonesia. Jika dugaan keterlibatan oknum internal BI terbukti, maka kasus ini dipastikan akan berkembang menjadi skandal nasional yang lebih luas.

Proses hukum masih berjalan dan publik menantikan sejauh mana pengadilan akan mengungkap jaringan peredaran uang palsu ini, serta bagaimana kampus sebagai institusi pendidikan bisa menjadi tempat produksi uang palsu dalam skala besar.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Loka MBG Segera Diluncurkan, BGN Bidik Pasar Lebih Luas bagi Petani dan Peternak

02

Respons Kritik Malaysia-Singapura soal Karhutla, Dasco: Jawab dengan Kerja Teruji

03

Semarak Budaya 2026 di Palopo, La Tinro La Tunrung Dorong Pelestarian Warisan Budaya

04

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Makassar Munafri Rawat Kebersamaan dengan Pemuda Lintas OKP

05

Kebakaran Melonjak, Petugas Damkarmat Makassar Siaga Siang hingga Dini Hari

06

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 Lokasi Target Tampung 122.000 Siswa

07

Wali Kota Munafri Dukung Program Prioritas Presiden, Makassar Jadi Percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga

08

Danantara Perkuat Kampung Haji Indonesia, 11 Menara Baru Dibangun di Makkah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement