Syuriyah PBNU Copot Gus Yahya dari Jabatan Ketua Umum

PBNU
Syuriyah PBNU Copot Gus Yahya dari Jabatan Ketua Umum. (Dok. Detik.com)

Manyala.co – Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi memberhentikan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum, berdasarkan surat keputusan bernomor 4779/PB 02/A102.71/99/11/2025 yang diterbitkan pada 22 November 2025 dan berlaku mulai Rabu (26/11/2025). Surat tersebut ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir pada Selasa (25/11/2025). Pemberhentian berlaku sejak pukul 00.45 WIB.

Saat dikonfirmasi, Ahmad Tajul Mafakhir membenarkan terbitnya surat tersebut. Dalam dokumen itu dijelaskan bahwa Gus Yahya telah menerima serta membaca hasil rapat harian Syuriyah PBNU berikut risalah rapat yang menjadi dasar keputusan. Surat tersebut menyatakan bahwa mulai 26 November, Gus Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU. Ia juga tidak lagi berwenang menggunakan atribut, fasilitas, maupun kewenangan yang melekat pada jabatan, serta tidak dapat bertindak atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Keputusan Syuriyah ini muncul di tengah meningkatnya dinamika internal yang mencuat dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci dari pihak Syuriyah terkait alasan yang melatarbelakangi pemberhentian tersebut, selain merujuk pertimbangan internal rapat harian. Tidak ada penjelasan tambahan mengenai apakah keputusan ini bersifat final atau masih menunggu pembahasan lebih lanjut pada struktur organisasi PBNU lainnya.

Sebelum surat pemberhentian tersebut beredar, Gus Yahya lebih dulu menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki niat mundur dari jabatan Ketua Umum. Dalam pernyataannya pada Minggu (23/11/2025) dini hari di Surabaya, ia menegaskan belum menerima surat resmi dalam bentuk apa pun terkait dinamika internal organisasi, termasuk dokumen risalah rapat harian Syuriyah pada 20 November yang disebut meminta dirinya mengundurkan diri.

Gus Yahya menekankan bahwa masa amanah yang ia peroleh pada Muktamar Ke-34 berlaku lima tahun dan akan dijalankan penuh hingga akhir periode. Ia juga meminta agar seluruh dokumen internal yang beredar di publik diperiksa keasliannya, mengingat PBNU menggunakan tanda tangan digital dalam proses administrasi. Ia menyatakan beberapa dokumen yang beredar harus diverifikasi terlebih dahulu melalui prosedur organisasi.

Tampil di Forum Dunia, Wali Kota Makassar Munafri Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah

Dalam pernyataannya, Gus Yahya menyebut bahwa Syuriyah PBNU tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan ketua umum. Menurutnya, Majelis Syuriyah juga tidak memiliki wewenang untuk mencopot pejabat struktural lainnya dalam organisasi. Pandangan ini menandai adanya perbedaan tafsir mengenai kewenangan internal antara unsur Syuriyah dan Tanfidziyah.

Perkembangan ini terjadi di tengah periode penting menjelang agenda organisasi dan konsolidasi struktur menjelang tahun politik nasional. PBNU, sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, memiliki peran signifikan dalam dinamika sosial dan politik nasional. Hingga Rabu malam, belum ada keterangan tambahan dari pihak Syuriyah terkait mekanisme pengganti atau penunjukan pejabat sementara. Tidak ada informasi mengenai apakah keputusan tersebut akan dibawa ke forum musyawarah yang lebih besar.

Situasi ini diperkirakan terus menjadi perhatian publik, mengingat perbedaan pernyataan antara Syuriyah dan Gus Yahya masih berlangsung. Belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak PBNU mengenai langkah organisasi berikutnya atau potensi penyelesaian melalui mekanisme internal yang berlaku.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Tampil di Forum Dunia, Wali Kota Makassar Munafri Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah

02

Pendekatan Humanis, Pemkot Makassar Bantu Relokasi Ternak Babi di Panakkukang ke Lokasi Steril

03

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

04

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

05

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

06

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

07

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement