Manyala.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan pernyataan bernada ancaman terhadap sejumlah negara dalam beberapa hari terakhir, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026). Ancaman tersebut mencakup negara-negara di Amerika Latin, Eropa, hingga Timur Tengah.
Pernyataan Trump disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk wawancara media dan pernyataan kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One. Sejumlah pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari negara-negara yang disebut, serta menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik internasional.
Kolombia menjadi salah satu negara yang secara terbuka diancam. Trump menyasar Presiden Kolombia Gustavo Petro dan menuding pemerintahannya gagal memberantas perdagangan narkoba. Amerika Serikat sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Petro pada 2025 dengan alasan serupa. Trump menyebut Kolombia dipimpin oleh “orang sakit” yang terlibat dalam produksi dan distribusi kokain ke Amerika Serikat.
Saat ditanya apakah opsi operasi militer terhadap Kolombia dipertimbangkan, Trump menjawab singkat bahwa hal tersebut “terdengar bagus.” Pemerintah Kolombia merespons dengan menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan ancaman yang tidak dapat diterima terhadap pemimpin terpilih dan bertentangan dengan norma hukum internasional.
Meksiko juga menjadi sasaran pernyataan Trump. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menuduh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum membiarkan kartel narkoba beroperasi. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat harus bertindak jika Meksiko tidak “memperbaiki diri.” Pemerintah Meksiko sebelumnya mengecam keras operasi militer AS di Venezuela dan menilai tindakan tersebut membahayakan stabilitas kawasan.
Di Eropa, Trump kembali mengungkap keinginannya terhadap Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark yang kaya sumber daya mineral. Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat “membutuhkan Greenland” untuk kepentingan pertahanan. Kekhawatiran meningkat setelah unggahan media sosial dari lingkaran dekat Trump menampilkan citra Greenland dengan simbol Amerika Serikat.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada Senin (5/1/2026) menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk mencaplok wilayah mana pun dalam Kerajaan Denmark, termasuk Greenland. Penegasan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap pernyataan Trump.
Ancaman juga diarahkan kepada Iran. Trump menyatakan Amerika Serikat siap bertindak jika aparat Iran menindak keras demonstrasi yang terjadi akibat lonjakan biaya hidup. Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut AS “siap siaga dan siap bertindak” jika kekerasan terhadap pengunjuk rasa berlanjut. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai bentuk tindakan yang dimaksud.
Kuba turut disebut dalam pernyataan Trump dan pejabat tinggi AS. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Kuba berada dalam situasi sulit setelah penangkapan Maduro, sekutu utama Havana. Trump menyebut Kuba sebagai “negara gagal” yang bergantung pada pasokan minyak Venezuela, meski ia menilai intervensi militer mungkin tidak diperlukan.
Perkembangan terbaru terkait Venezuela menunjukkan bahwa Trump menyatakan dirinya bertanggung jawab atas situasi di negara tersebut. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan operasi lanjutan jika pemerintah sementara Venezuela tidak bekerja sama. Sementara itu, Maduro dan istrinya menyatakan tidak bersalah di pengadilan New York atas tuduhan narkotika dan senjata. Hingga Senin malam, belum ada konfirmasi resmi mengenai langkah lanjutan pemerintah AS.
































