Trump Larang Mahasiswa Internasional Kuliah di Harvard, Pemerintah Cabut Izin Penerimaan Asing

Trump Larang Mahasiswa Internasional Kuliah di Harvard, Pemerintah Cabut Izin Penerimaan Asing - Trump - Gambar 1309
Donald Trump menandatangani sederet perintah eksekutif usai resmi dilantik menjadi Presiden ke-47 Amerika Serikat. REUTERS/Carlos

Manyala.co – Ketegangan antara pemerintahan mantan Presiden Donald Trump dan Universitas Harvard semakin memuncak. Pemerintah Amerika Serikat, melalui Menteri Dalam Negeri Kristi Noem, mengambil langkah ekstrem dengan mencabut izin Harvard untuk menerima mahasiswa internasional. Keputusan ini disampaikan secara resmi lewat akun X pada Kamis, 22 Mei 2025.

Menurut pernyataan Noem, pemerintahan Trump menuduh Harvard telah gagal bertanggung jawab atas berbagai masalah serius, seperti dugaan kerja sama dengan Partai Komunis China, penyebaran paham antisemitisme, serta mendukung aksi kekerasan di lingkungan kampus. Meski sudah diminta untuk mengambil tindakan korektif, universitas tersebut disebutkan tidak kunjung memenuhi tuntutan dari pemerintah.

Noem menegaskan bahwa menerima mahasiswa asing bukanlah hak, melainkan hak istimewa yang bisa dicabut kapan saja. Apalagi, menurutnya, Harvard mendapat keuntungan besar dari biaya kuliah tinggi yang dibayarkan oleh mahasiswa internasional untuk memperkuat dana abadi mereka yang bernilai miliaran dolar.

Sebagai konsekuensi dari langkah pemerintah, sertifikasi untuk Program Pertukaran Mahasiswa Internasional di Harvard telah dicabut. Program ini berada di bawah pengawasan unit Investigasi Keamanan Dalam Negeri, bagian dari instansi yang dipimpin oleh Noem. Akibat pencabutan ini, bukan hanya calon mahasiswa asing yang tidak dapat mendaftar, tetapi mahasiswa internasional yang saat ini tengah menempuh studi pun harus pindah ke kampus lain jika ingin tetap mempertahankan status visa pelajarnya di Amerika Serikat.

Menanggapi keputusan tersebut, pihak Harvard menyatakan bahwa langkah pemerintah itu bersifat inkonstitusional dan merupakan bentuk pembalasan politik. Mereka menilai tindakan ini melanggar hukum dan berkomitmen untuk membela keberadaan mahasiswa internasional yang selama ini menjadi bagian penting dari komunitas akademik universitas.

Danantara Perkuat Kampung Haji Indonesia, 11 Menara Baru Dibangun di Makkah

Dalam pernyataannya, Harvard menyebut bahwa mahasiswa dan akademisi internasional yang berasal dari lebih dari 140 negara telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kampus dan juga bagi Amerika Serikat. Oleh karena itu, universitas menyatakan akan terus melindungi hak-hak mereka dan menempuh jalur hukum bila perlu.

Perseteruan ini muncul di tengah ketegangan yang lebih luas terkait kebijakan keberagaman di kampus dan tanggapan Harvard terhadap demonstrasi pro-Palestina. Pemerintahan Trump sebelumnya juga telah memangkas dana federal dan hibah universitas dalam tiga gelombang berbeda, dengan total nilai mencapai lebih dari 2,6 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 42 triliun. Gelombang pemotongan terakhir bahkan dilakukan hanya beberapa hari sebelum pencabutan izin mahasiswa asing diumumkan.

Saat ini, Harvard tengah mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah, dengan tuduhan bahwa langkah-langkah yang diambil telah melanggar Konstitusi Amerika Serikat.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

02

Loka MBG Segera Diluncurkan, BGN Bidik Pasar Lebih Luas bagi Petani dan Peternak

03

Respons Kritik Malaysia-Singapura soal Karhutla, Dasco: Jawab dengan Kerja Teruji

04

Semarak Budaya 2026 di Palopo, La Tinro La Tunrung Dorong Pelestarian Warisan Budaya

05

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Makassar Munafri Rawat Kebersamaan dengan Pemuda Lintas OKP

06

Kebakaran Melonjak, Petugas Damkarmat Makassar Siaga Siang hingga Dini Hari

07

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 Lokasi Target Tampung 122.000 Siswa

08

Wali Kota Munafri Dukung Program Prioritas Presiden, Makassar Jadi Percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Kolom

× Advertisement
× Advertisement