Puluhan Juta Pekerja Belum Terjangkau Bantuan BSU, BPJS Ketenagakerjaan Kejar Kepesertaan dan Akurasi Data

Puluhan Juta Pekerja Belum Terjangkau Bantuan BSU, BPJS Ketenagakerjaan Kejar Kepesertaan dan Akurasi Data - BSU - Gambar 409
Logo BPJS Ketenagakerjaan(dok. http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/)

Manyala.co – Di tengah proses penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang masih berlangsung, BPJS Ketenagakerjaan mengungkap adanya tantangan besar dalam menjangkau seluruh tenaga kerja yang seharusnya menerima bantuan. Sekitar 39,5 juta pekerja di Indonesia diperkirakan belum memenuhi kriteria penerima BSU akibat belum terdaftar sebagai peserta aktif.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha, dalam kunjungannya ke Mataram pada Jumat, 1 Agustus 2025. Asep menemani Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kegiatan penyaluran BSU di wilayah tersebut.

Menurut Asep, tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan saat ini baru mencapai 40 persen dari total angkatan kerja nasional. Kondisi ini dinilai masih jauh dari ideal, terutama karena mayoritas pekerja informal dan rentan belum terlindungi oleh skema jaminan sosial tenaga kerja.

“Masih ada puluhan juta pekerja yang berpotensi tidak terakses. Ini menjadi tantangan utama kami ke depan,” ujar Asep. Ia menegaskan bahwa kepesertaan pekerja dalam BPJS bukan hanya penting untuk perlindungan, tapi juga menjadi syarat administratif dalam memperoleh BSU.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, Asep menyebutkan perlunya kolaborasi lintas kementerian guna memperkuat regulasi dan mendorong perusahaan agar patuh dalam mendaftarkan pekerjanya. BPJS juga mendorong update data peserta secara berkala agar akurasi informasi tetap terjaga.

Instruksi Wali Kota Makassar: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

Perusahaan diminta lebih aktif melengkapi data pekerja mereka, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat yang benar. Banyak kasus ditemukan di mana data tidak akurat, menyebabkan penyaluran BSU menjadi tertunda atau gagal.

Dari sisi jumlah, hingga saat ini sudah tercatat sekitar 15 juta peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi syarat untuk menerima BSU. Seluruh peserta ini tersebar di 38 provinsi dan telah masuk dalam basis data bantuan. Penyaluran BSU dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.

Penyaluran melalui bank Himbara sudah mencapai 100 persen. Namun, masih tersisa penyaluran yang sedang berlangsung melalui PT Pos Indonesia. “Kami targetkan di ujung masa penyaluran ini bisa rampung semua,” tutur Asep.

Sementara itu, penyaluran BSU di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sorotan karena capaiannya yang tinggi. Berdasarkan data PT Pos Indonesia, BSU di wilayah tersebut sudah tersalur kepada 126.298 pekerja dari total 134.639 penerima yang ditargetkan atau sekitar 93,8 persen secara keseluruhan.

Plt Direktur PT Pos Indonesia, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, menyampaikan bahwa proses penyaluran akan diperpanjang selama lima hari hingga 6 Agustus 2025. Perpanjangan ini diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengakomodasi berbagai kendala lapangan.

Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani

“Sebagian penerima tinggal di daerah terluar, ada juga yang berpindah kerja atau sedang dalam masa istirahat panjang. Ini yang bikin proses distribusinya menantang,” jelas Endy saat ditemui di Kota Mataram.

Khusus untuk Kota Mataram, dari 46.317 pekerja yang berhak menerima BSU, sudah tersalur ke 44.064 orang atau sekitar 94,3 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dari rerata nasional yang saat ini berada di kisaran 92 persen.

Di sisi lain, masih ada sekitar 1,35 juta pekerja di berbagai daerah yang gagal menerima BSU senilai Rp600 ribu akibat sejumlah kendala teknis. Masalah utamanya adalah ketidaklengkapan data pribadi, seperti NIK atau alamat yang tidak sesuai dengan data di Kementerian Ketenagakerjaan.

Penyaluran BSU kali ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pemerintah berharap skema bantuan ini dapat benar-benar menyasar pekerja yang rentan secara ekonomi, terutama di sektor informal yang selama ini belum tercover perlindungan sosial secara optimal.

Asep berharap ke depannya, melalui perbaikan data, edukasi perusahaan, dan regulasi yang lebih tegas, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa terus meningkat. “Dengan begitu, tidak hanya untuk bantuan, tapi jaminan sosial pekerja juga akan makin merata,” pungkasnya.

Komdigi Apresiasi Wali Kota Munafri, MCH Nabuka Nusantara Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Makassar

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement