Brasil Pimpin Produksi Arang Kayu Dunia, China dan India di Peringkat Tengah

Arang
Briket Batok Kelapa (Dok. net)

Manyala.co – Brasil menempati posisi teratas sebagai negara penghasil arang kayu terbesar di dunia dengan kontribusi sekitar 11 persen dari total produksi global, menurut laporan WorldAtlas. Di bawahnya, Nigeria dan Ethiopia masing-masing menyumbang 8 persen.

Data menunjukkan produksi arang kayu masih menjadi salah satu sektor penting dalam industri energi tradisional dunia. Meskipun teknologi bahan bakar modern terus berkembang, jutaan rumah tangga dan pelaku usaha kecil di berbagai negara masih mengandalkan arang kayu sebagai sumber energi utama, khususnya di kawasan Afrika dan Asia.

Menurut WorldAtlas, sepuluh negara dengan produksi arang kayu tertinggi adalah Brasil (11 persen), Nigeria (8 persen), Ethiopia (8 persen), Republik Demokratik Kongo (4 persen), Mozambik (4 persen), India (4 persen), China (4 persen), Tanzania (3 persen), Ghana (3 persen), dan Mesir (3 persen).

Arang kayu diperoleh melalui proses karbonisasi yaitu pemanasan kayu dalam lingkungan dengan kadar oksigen rendah selama beberapa hari. Proses ini menghilangkan sekitar 75 persen volume kayu asli, termasuk air dan senyawa volatil seperti metana, hidrogen, serta tar. Hasilnya adalah bahan bakar padat dengan nilai kalor tinggi yang digunakan untuk memasak, industri logam, hingga seni dan pengobatan tradisional.

Suhu karbonisasi juga memengaruhi warna, tekstur, dan daya tahan arang. Banyak konsumen memilih arang kayu alami dibanding briket karena dinilai lebih sehat, tidak berbau kimia, dan menghasilkan panas lebih stabil.

China Perkuat Ketahanan Energi Hadapi Krisis Minyak Global

Situs elite-horizon.mystrikingly menyebutkan beberapa keunggulan arang kayu alami dibanding briket buatan pabrik. Pertama, arang kayu menghasilkan api lebih panas, mencapai suhu di atas 180 derajat Celsius, yang ideal untuk proses pemanggangan. Kedua, bahan ini lebih ringan dan mudah dibawa, terutama untuk kegiatan luar ruangan.

Selain itu, arang kayu juga lebih mudah dibersihkan karena menghasilkan lebih sedikit abu dibanding briket. Pengguna dapat menyesuaikan ventilasi udara pada alat pemanggang untuk mengontrol suhu api sesuai kebutuhan.

Dari sisi kesehatan, arang kayu alami tidak mengandung bahan kimia tambahan seperti zat perekat dan akselerator pembakaran yang umum ditemukan pada briket industri. Hal ini membuat rasa makanan lebih alami tanpa aroma sintetis.

Namun, di balik manfaatnya, penggunaan arang kayu juga menghadirkan tantangan lingkungan. Produksi arang kayu dalam skala besar kerap dikaitkan dengan deforestasi dan degradasi lahan hutan tropis, terutama di negara-negara Afrika dan Amerika Selatan.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sebelumnya memperkirakan bahwa lebih dari 50 juta ton arang diproduksi setiap tahun di seluruh dunia, dengan lebih dari 60 persen berasal dari benua Afrika.

Kanwil Kemenkum DIY Segel Kantor Jelang Libur Lebaran

Pemerintah di sejumlah negara kini mulai mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam proses karbonisasi, termasuk penggunaan tungku hemat energi dan bahan baku kayu hasil reboisasi, guna mengurangi dampak ekologis dan meningkatkan efisiensi energi.

Meski menghadapi tekanan global untuk beralih ke energi bersih, arang kayu tetap memegang peran signifikan dalam ekonomi pedesaan dan sektor informal di berbagai negara berkembang.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

Lantik Pengurus IKATSI Periode 2025-2029, DPP IKATEK Unhas: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Organisasi

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom