Deretan Kontroversi Karta Jayadi di Kursi Rektor UNM

Jayadi
UNM - Prof Karta Jayadi eks Rektor Unhas. Dua kasus Prof Karta Jayadi sebelum dicopot jabat Rektor Unhas.

Makassar, Manyala.co – Sejumlah kontroversi mewarnai 1,5 tahun kepemimpinan Prof Karta Jayadi di Universitas Negeri Makassar (UNM). Guru besar antropologi seni itu menjabat rektor sejak 17 Mei 2024 sebelum dicopot pada 4 November 2025 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto.

Untuk mengisi kekosongan jabatan, pemerintah menunjuk Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof Farida Patittingi sebagai pelaksana harian (Plh) Rektor UNM.

Selama masa kepemimpinannya, Prof Karta Jayadi terlibat dalam sejumlah kontroversi besar, mulai dari kasus proyek revitalisasi Rp87 miliar, pencopotan Wakil Rektor II Prof Ichsan Ali, hingga dugaan pelecehan melalui percakapan daring yang dikenal publik sebagai kasus “chat goyang yuk”.

1. Kasus “Chat Goyang Yuk”

Kontroversi bermula dari beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan Prof Karta Jayadi dengan seorang dosen perempuan berinisial QDB. Percakapan yang beredar luas di media sosial itu menampilkan kalimat “Ayo goyang yuk”, yang disebut berasal dari akun Karta Jayadi.

QDB kemudian melaporkan dugaan pelecehan seksual berbasis elektronik ke Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan pada 22 Agustus 2025. Ia mengaku menyerahkan 26 lembar bukti tangkapan layar yang berisi percakapan sejak 2022 hingga 2024.

Instruksi Wali Kota Makassar: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

Saat dikonfirmasi, Prof Karta Jayadi tidak menampik keaslian percakapan tersebut, namun menegaskan tidak ada unsur pelecehan dalam komunikasi itu. Ia beralasan bahwa percakapan dilakukan secara sukarela oleh kedua pihak. Sementara QDB tetap bersikeras bahwa isi chat mengandung unsur pelecehan yang telah ia laporkan secara resmi.

2. Proyek Revitalisasi Rp87 Miliar

Kasus lain yang menyeret nama Prof Karta Jayadi berkaitan dengan proyek revitalisasi infrastruktur UNM senilai Rp87 miliar yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung oleh LBH Jakarta. Mantan Wakil Rektor II UNM, Prof Ichsan Ali, secara terbuka menyatakan dirinya tidak dilibatkan dalam pengelolaan proyek tersebut, meski bidang itu menjadi bagian dari tugas pokoknya.

Dalam keterangannya kepada media, Ichsan Ali menyebut proyek besar itu sepenuhnya dijalankan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) di bawah koordinasi langsung rektor. Ia mengaku hanya mengamati proyek tersebut dari luar dan beberapa kali memberi masukan mengenai syarat sertifikasi kompetensi PPK (A, B, dan C) sesuai ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Ichsan menjelaskan bahwa proyek revitalisasi dimulai pada Agustus 2023 di era Rektor sebelumnya, Prof Husain Syam. Namun, setelah kepemimpinan berganti ke Prof Karta Jayadi, koordinasi proyek disebut berubah, dan dirinya merasa tersingkir dari proses pengawasan. Ia menduga pencopotannya dari jabatan Wakil Rektor II berkaitan dengan kritik yang ia sampaikan mengenai pengelolaan proyek tersebut.

3. Pencopotan Wakil Rektor II

Prof Ichsan Ali resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Rektor II oleh Prof Karta Jayadi pada pertengahan 2025. Padahal, keduanya sebelumnya merupakan rekan politik dalam pemilihan rektor UNM tahun 2024, di mana Karta Jayadi menang dengan 54 suara, unggul 10 suara dari pesaingnya Prof Hasmyati.

Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani

Menanggapi pencopotan tersebut, Karta Jayadi menyebut keputusan itu diambil karena alasan komunikasi dan kerja sama yang tidak berjalan baik. “Dalam mobil itu ada baut, ada ban. Ketika satu longgar, jangan coba-coba melanjutkan,” ujarnya di Gedung Pinisi UNM. Ia menegaskan bahwa pergantian dilakukan secara terukur, bukan mendadak.

Sebaliknya, Ichsan Ali menilai keputusan tersebut bersifat subjektif dan tidak sesuai prinsip kepemimpinan akademik yang berbasis aturan. Ia menuding rektor bersikap arogan dan tidak terbuka terhadap kritik.

Berbagai kontroversi yang muncul selama masa jabatan Prof Karta Jayadi kini menjadi sorotan publik dan komunitas akademik. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak UNM maupun kementerian terkait mengenai hasil evaluasi atas kasus-kasus tersebut.

Komdigi Apresiasi Wali Kota Munafri, MCH Nabuka Nusantara Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Makassar

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement