Sejarah Panjang Konflik Amerika Serikat dan Iran

Amerika Serikat
Ilustrasi Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Dok. Antara)

Manyala.co – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat pada 2026, menambah panjang sejarah konflik bilateral yang telah berlangsung sejak kudeta terhadap Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh pada 1953 dan terus memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Konflik AS–Iran berakar dari operasi intelijen pada 1953, ketika CIA bersama intelijen Inggris menggulingkan Mossadegh setelah nasionalisasi industri minyak Iran. Kudeta tersebut mengembalikan Shah Mohammad Reza Pahlavi ke kekuasaan dan memicu sentimen anti-Amerika yang bertahan lama di Iran.

Permusuhan memasuki fase baru pada 1979 setelah Revolusi Islam menggulingkan Shah dan mendirikan Republik Islam di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini. Ketegangan memuncak ketika mahasiswa Iran menyerbu Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera 52 warga Amerika selama 444 hari, sebuah krisis yang memutus hubungan diplomatik kedua negara hingga kini, menurut catatan Wikipedia.

Pada dekade berikutnya, konflik semakin meluas selama Perang Iran–Irak (1980–1988). Amerika Serikat memberikan dukungan intelijen dan militer kepada Irak, meskipun Baghdad diketahui menggunakan senjata kimia. Ketegangan meningkat di Teluk Persia, termasuk insiden Operasi Praying Mantis pada 1988, sebagaimana dilaporkan PBS.

Tahun yang sama, hubungan memburuk setelah kapal perang AS USS Vincennes menembak jatuh Iran Air Flight 655, menewaskan 290 orang. Insiden tersebut memperdalam kemarahan publik Iran terhadap Washington. Sejak 1984, AS juga menetapkan Iran sebagai negara sponsor terorisme dan memberlakukan sanksi ekonomi yang diperluas pada 1990-an, termasuk pembatasan sektor energi, menurut NDTV.

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia, Prabowo Tegaskan Kemitraan Strategis

Memasuki 2000-an, fokus konflik bergeser ke program nuklir Iran. Kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2015 sempat meredakan ketegangan dengan membatasi aktivitas nuklir Iran sebagai imbalan pelonggaran sanksi. Namun, pada 2018, pemerintahan Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan tersebut dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi, memicu ketegangan baru, menurut World Conflicts Monitor.

Eskalasi kembali terjadi pada Januari 2020 ketika AS membunuh Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, dalam serangan drone di Baghdad. Iran membalas dengan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Irak. Pada periode yang sama, Iran secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina, menewaskan seluruh penumpang dan awak.

Ketegangan meningkat signifikan pada Juni 2025 ketika Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, sebagaimana dilaporkan AP News. Iran membalas dengan serangan misil ke pangkalan AS di Qatar dan Irak, meningkatkan risiko konflik terbuka di kawasan.

Pada awal 2026, gelombang protes massal melanda Iran akibat krisis ekonomi dan inflasi tinggi. Pemerintah Iran merespons dengan tindakan keras, termasuk pembatasan internet nasional dan eksekusi, menurut The Guardian. Washington mengecam langkah tersebut dan meningkatkan tekanan ekonomi, sementara Teheran menuduh AS memicu instabilitas domestik.

Sejarah panjang konflik ini menunjukkan hubungan AS–Iran bukan sekadar persoalan bilateral. Setiap eskalasi berdampak langsung pada keamanan regional, pasar energi global, serta keseimbangan geopolitik internasional. Hingga awal 2026, belum ada tanda-tanda deeskalasi yang berkelanjutan dari kedua pihak.

Bahaya AI Kian Nyata, Ribuan Pegawai Google, Microsoft dan OpenAI Surati DPR AS

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

06

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

Kolom

× Advertisement
× Advertisement