Manyala.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tunjangan hari raya (THR) 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri akan mulai dicairkan pada pekan pertama Ramadhan, dengan total anggaran Rp55 triliun.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya kepada wartawan usai menghadiri rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Jakarta, Rabu. “(Pencairan THR) Minggu pertama puasa,” kata dia. Saat ditanya tanggal pasti pencairan, ia menjawab, “Bentar lagi.”
Pemerintah, menurut dia, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR bagi ASN, TNI, dan Polri. Namun, hingga Rabu sore belum ada rincian resmi mengenai jadwal teknis pencairan di masing-masing kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.
Alokasi THR tersebut menjadi bagian dari proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 yang diperkirakan mencapai Rp809 triliun. Selain THR, pemerintah juga menganggarkan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Rp6 triliun, serta paket stimulus ekonomi Rp13 triliun.
Purbaya sebelumnya menyampaikan paparan mengenai kebijakan fiskal tersebut dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada 13 Februari. “Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan,” ujarnya.
Belanja pemerintah pada awal tahun dinilai krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 berada di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen. “Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” kata Purbaya.
Ia menyebut angka tersebut sebagai target ambisius, dengan harapan dapat mendorong ekonomi keluar dari pola pertumbuhan sekitar 5 persen dalam beberapa tahun terakhir. Namun, realisasi target tersebut masih bergantung pada dinamika konsumsi domestik dan kondisi eksternal global.
Pemerintah juga mendorong penguatan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2026. Momentum libur dan cuti bersama Tahun Baru Imlek serta Idul Fitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA), diproyeksikan meningkatkan mobilitas dan belanja masyarakat.
Secara historis, pencairan THR bagi ASN dan aparat keamanan menjelang Idul Fitri berkontribusi pada peningkatan konsumsi domestik, terutama sektor ritel dan transportasi. Meski demikian, hingga laporan ini diturunkan, belum ada peraturan teknis yang dirilis secara resmi terkait skema rinci pembayaran THR 2026.
Kementerian Keuangan belum merinci komponen THR yang akan dibayarkan, termasuk apakah mencakup gaji pokok, tunjangan kinerja, atau komponen lainnya, sebagaimana pola tahun-tahun sebelumnya.
































