Komisi Perlindungan Anak Indonesia Peringatkan Lonjakan Kasus Bunuh Diri Anak

Anak
Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia di akarta. TEMPO/Subekti

Manyala.co – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan kasus dugaanbunuh diri anak di Penajam Paser Utara merupakan kasus keempat pada 2026 dan menjadi peringatan serius atas meningkatnya kasus serupa di Indonesia.

Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, mengatakan kasus tersebut menunjukkan urgensi penguatan pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk pencegahan bunuh diri. “Ini adalah kasus ke-4 anak mengakhiri hidup di tahun 2026. Dan ini warning yang keras,” kata Diyah saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Kasus terbaru melibatkan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun yang ditemukan meninggal dunia pada Kamis (12/2/2026) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Korban pertama kali ditemukan oleh bibinya. Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian, termasuk mendalami dugaan adanya perundungan.

KPAI menyatakan tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses investigasi berjalan menyeluruh dan objektif. “KPAI sedang berkoordinasi dengan semua pihak atas kejadian ini terutama di PPU (Penajam Paser Utara), agar anak yang meninggal diketahui dengan pasti penyebab kematiannya. Dan jangan sampai anak mendapat stigma negatif,” ujar Diyah.

Menurut KPAI, kasus ini menambah daftar kasus bunuh diri anak yang terjadi sepanjang awal 2026. Hingga pertengahan Februari, tercatat empat kasus serupa. Angka tersebut menjadi perhatian karena dalam dua tahun sebelumnya Indonesia disebut menempati posisi tertinggi kasus bunuh diri anak di Asia Tenggara, meski data komparatif rinci tidak disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

“Jangan sampai seperti tahun 2023 dan 2024 Indonesia menempati kasus tertinggi anak mengakhiri hidup di Asia Tenggara terulang lagi. Butuh pencegahan yang masif. KPAI meminta pemerintah lintas kementerian dan lembaga untuk serius menangani ini,” kata Diyah.

KPAI menekankan pentingnya peran lintas kementerian dan lembaga dalam memperkuat sistem perlindungan anak, termasuk deteksi dini masalah kesehatan mental, pencegahan perundungan, serta peningkatan akses layanan konseling di sekolah dan komunitas.

Kasus bunuh diri pada anak dan remaja kerap dikaitkan dengan faktor psikososial seperti tekanan akademik, konflik keluarga, serta perundungan. Namun, penyebab pasti dalam kasus di Penajam Paser Utara masih menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

Belum ada keterangan resmi tambahan dari kepolisian setempat hingga Rabu malam terkait hasil awal penyelidikan. Pemerintah daerah juga belum menyampaikan pernyataan terpisah mengenai langkah penanganan lanjutan.

KPAI menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendorong penguatan kebijakan pencegahan secara nasional guna menekan risiko kasus serupa di masa mendatang.

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

02

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

03

Presiden Prabowo Lantik Syahganda dan Fadli sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

04

Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara

05

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

06

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya

07

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement