Manyala.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjanjikan kontribusi sebesar 10 miliar dolar AS (sekitar Rp162 triliun) untuk mendukung rekonstruksi Jalur Gaza melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuknya guna menangani krisis di wilayah Palestina tersebut.
Pengumuman itu disampaikan Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, Kamis. Forum tersebut dibentuk pada 16 Januari dan dirancang sebagai wadah koordinasi internasional untuk mendukung pemulihan pascakonflik di Gaza.
“Dewan Perdamaian menunjukkan bagaimana masa depan yang lebih baik dapat dibangun, dimulai dari ruangan ini,” kata Trump, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.
Ia menyebut nilai kontribusi 10 miliar dolar AS mungkin terlihat besar, namun “sangat kecil” dibandingkan biaya perang, yang menurutnya setara dengan sekitar dua pekan pertempuran. Trump tidak merinci alokasi teknis dana tersebut maupun mekanisme penyalurannya.
Menurut Trump, Dewan Perdamaian dapat mendorong “keharmonisan yang langgeng di kawasan yang selama berabad-abad dilanda konflik,” serta menjadi model penyelesaian bagi konflik berkepanjangan di wilayah lain dunia.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya mengatakan lebih dari 20 negara diperkirakan menghadiri pertemuan tersebut. Trump mengundang sekitar 50 pemimpin negara untuk bergabung dalam inisiatif itu, termasuk Indonesia.
Presiden RI Prabowo Subianto berada di Washington untuk menghadiri pertemuan tersebut, berdasarkan keterangan resmi. Hingga Kamis malam waktu setempat, belum ada rincian tambahan mengenai komitmen negara lain atau struktur organisasi Dewan Perdamaian.
Pembentukan Dewan Perdamaian terjadi di tengah krisis kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur luas di Jalur Gaza akibat konflik berkepanjangan. Berbagai lembaga internasional sebelumnya memperkirakan kebutuhan dana rekonstruksi mencapai puluhan miliar dolar AS, mencakup perumahan, fasilitas kesehatan, air bersih, dan jaringan listrik.
Trump tidak menjelaskan apakah dana 10 miliar dolar AS itu akan disalurkan melalui lembaga multilateral yang sudah ada atau melalui mekanisme baru di bawah Dewan Perdamaian. Pemerintah AS juga belum merinci sumber pendanaan, apakah berasal dari anggaran federal, skema bantuan luar negeri, atau kombinasi dengan kontribusi mitra internasional.
Secara historis, Amerika Serikat merupakan salah satu donor utama dalam berbagai inisiatif kemanusiaan dan rekonstruksi di Timur Tengah. Namun, komitmen sebesar 10 miliar dolar AS untuk satu wilayah dalam satu kerangka baru terbilang signifikan dibandingkan sejumlah paket bantuan sebelumnya.
Pengumuman ini juga memiliki dimensi diplomatik. Inisiatif Dewan Perdamaian diposisikan sebagai upaya membangun platform internasional baru di luar mekanisme yang telah berjalan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa atau forum regional lainnya. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Palestina terkait struktur dan mandat dewan tersebut.
Belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai jadwal pertemuan lanjutan, target waktu rekonstruksi, maupun indikator keberhasilan program. Pemerintah AS menyatakan rincian teknis akan dibahas dalam sesi kerja berikutnya bersama negara-negara peserta.
Dengan partisipasi lebih dari 20 negara pada pertemuan perdana, Dewan Perdamaian menjadi salah satu forum diplomatik terbaru yang berfokus pada Gaza. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada komitmen pendanaan konkret dan koordinasi internasional dalam implementasi di lapangan.
































