RI-AS Finalisasi Perjanjian Dagang, Berlaku 90 Hari

Dagang
RI-AS Finalisasi Perjanjian Dagang, Berlaku 90 Hari.

Manyala.co – Pemerintah Indonesia menyatakan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat akan berlaku paling lambat 90 hari setelah proses legalitas di kedua negara rampung, di tengah rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Delegasi Indonesia dalam periode negosiasi disebut telah melakukan tujuh kali kunjungan ke Washington D.C. serta lebih dari 19 pertemuan teknis dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR). Rangkaian pembahasan tersebut difokuskan pada penyusunan kerangka perjanjian kerja sama perdagangan yang disebut sebagai ART.

Dalam keterangannya, perwakilan pemerintah menjelaskan bahwa substansi perjanjian kali ini berbeda dibanding sejumlah kesepakatan ART dengan negara lain. “Berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain, Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non kerja sama ekonomi. Antara lain terkait pengembangan reaktor nuklir, terkait dengan kebijakan Laut China Selatan, terkait dengan pertahanan dan keamanan perbatasan. Sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa implementasi kesepakatan tidak berlaku otomatis setelah penandatanganan. “Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR maupun di Amerika dengan proses internalnya,” ujarnya.

Belum ada rincian resmi mengenai skema tarif baru yang akan diterapkan dalam perjanjian tersebut. Pertanyaan mengenai kemungkinan penyesuaian tarif terhadap produk Indonesia, termasuk potensi penurunan hingga 18 persen, belum mendapat konfirmasi formal dari kedua pihak hingga Jumat malam.

Menlu Sugiono Buka Sidang PBB dengan Salam Lintas Agama, Tegaskan Ketahanan Nasional dan Dukungan untuk Palestina

Secara umum, hubungan perdagangan Indonesia-AS mencakup berbagai sektor, mulai dari tekstil dan alas kaki hingga produk elektronik dan komoditas pertanian. Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai puluhan miliar dolar AS per tahun berdasarkan data resmi sebelumnya. Namun, angka terbaru belum dipaparkan dalam pernyataan terkini.

Negosiasi perdagangan kedua negara berlangsung di tengah dinamika global yang ditandai ketegangan geopolitik dan restrukturisasi rantai pasok internasional. Sejumlah negara memperkuat kerja sama bilateral guna menjaga stabilitas perdagangan dan investasi.

Rencana pertemuan antara Prabowo Subianto dan Donald Trump dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen politik atas kesepakatan tersebut. Namun, belum ada jadwal resmi yang diumumkan terkait pertemuan itu.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa fokus utama perjanjian adalah kerja sama ekonomi murni tanpa memasukkan isu strategis non-perdagangan. Langkah tersebut disebut sebagai upaya menjaga konsentrasi pada peningkatan akses pasar dan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan tambahan dari pihak USTR maupun Gedung Putih mengenai detail teknis dan struktur tarif dalam perjanjian tersebut. Implementasi efektif masih menunggu penyelesaian proses hukum di kedua negara.

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia, Prabowo Tegaskan Kemitraan Strategis

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

02

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

03

Presiden Prabowo Lantik Syahganda dan Fadli sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

04

Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara

05

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

06

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya

07

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement