Manyala — Ribuan pekerja dari sejumlah perusahaan teknologi global mengajukan petisi kepada parlemen Amerika Serikat (AS) untuk mengingatkan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Mereka mendesak pemerintah AS segera menyusun regulasi yang mampu mengimbangi laju perkembangan teknologi tersebut.
“Kami meminta agar pemerintah AS mendukung upaya internasional mengembangkan perangkat teknis dan tata kelola yang dibutuhkan untuk mengatur laju perkembangan AI otomatis,” demikian isi petisi yang telah ditandatangani lebih dari 1.100 pekerja, dikutip dari Engadget, Rabu (29/7/2026).
Para penandatangan berasal dari sejumlah perusahaan teknologi yang saat ini menjadi pelopor pengembangan AI, di antaranya Microsoft, OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta.
Mengutip First Post, petisi tersebut juga meminta pemerintah AS bekerja sama dengan mitra internasional untuk menetapkan standar teknis serta kerangka tata kelola AI yang dapat diterapkan secara global.
Dalam petisi itu, para pekerja turut mengingatkan berbagai risiko yang ditimbulkan oleh sistem AI. Mereka menilai teknologi tersebut berpotensi berkembang hingga mampu melampaui kemampuan manusia dalam memahami berbagai persoalan, bahkan berisiko mengendalikan manusia apabila tidak diatur dengan baik.
Kekhawatiran terhadap perkembangan AI semakin menguat seiring hadirnya model-model AI yang terus mengalami peningkatan kemampuan dalam beberapa tahun terakhir.
Perkembangan teknologi AI sendiri berlangsung sangat pesat. Berbagai perusahaan teknologi menggelontorkan investasi dalam jumlah besar guna mempercepat pengembangan model AI yang semakin canggih.
Persaingan antarpelaku industri juga semakin ketat, dengan masing-masing perusahaan berlomba menghadirkan inovasi terbaru untuk mengungguli kompetitornya.
Gelombang petisi ini dinilai mencerminkan adanya perbedaan pandangan di dalam industri AI. Di satu sisi, perusahaan terus mendorong inovasi dan percepatan pengembangan teknologi, sementara di sisi lain para peneliti serta sebagian karyawan menilai aspek keamanan dan tata kelola AI harus berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi.
Aksi tersebut juga menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap dampak AI kini tidak lagi hanya datang dari kalangan di luar industri, melainkan juga muncul dari para pekerja yang terlibat langsung dalam pengembangan teknologi tersebut.
Source: CNBC Indonesia

































