Makassar, Manyala.co — Ribuan masyarakat memadati rangkaian Festival Bulan Budaya Makassar 2026 yang berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026. Digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan, festival ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, melibatkan ratusan seniman lokal, serta membuka peluang ekonomi bagi puluhan pelaku UMKM. Tak sekadar menjadi panggung pelestarian budaya, perhelatan tersebut juga memperkuat ruang kreativitas sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Penyelenggaraan festival ini mendapat apresiasi dari sejumlah seniman dan budayawan, salah satunya Dian Ekawati. Festival tersebut dinilai mampu menghadirkan ruang ekspresi yang luas bagi para pelaku seni sekaligus memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar, Andi Patiware, menjelaskan Festival Bulan Budaya merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kebudayaan Nasional setiap 17 Oktober. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar.
“Jadi, Festival Bulan Budaya ini event tahunan program rutin di mana itu dikhususkan untuk momen Hari Kebudayaan Nasional. Kan Hari Kebudayaan Nasional ini kan dia punya tanggal 17 Oktober dan bertepatan juga dengan apa menjadi rangkaian daripada HUT Kota Makassar ya,” ujar Andi Patiware saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Menurut Andi Patiware, apresiasi dari para pelaku seni dan budaya tidak terlepas dari konsistensi pemerintah kota dalam menyediakan ruang berekspresi. Melalui penyelenggaraan tahun ini, berbagai elemen seni dilibatkan, mulai dari ratusan penari tradisional hingga pelaku industri kreatif melalui kegiatan wedding showcase.
“Jadi mereka apresiasi karena sudah diberikan ruang, ruang berekspresi yang mereka anggap itu begitu besar dan begitu luas. Sehingga, kegiatan yang kemarin itu mempunyai dampak efek yang langsung ke para pelaku seni budaya,” ungkapnya.
Ia merinci, khusus untuk pementasan tari kolosal dan perlombaan, Dinas Kebudayaan melibatkan kurang lebih 400 penari dari berbagai kelompok usia, termasuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Rangkaian perlombaan telah dimulai sejak Jumat, sementara puncak kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, dengan pusat kegiatan di Anjungan Pantai Losari.
Ke depan, Dinas Kebudayaan Kota Makassar berkomitmen melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Festival Bulan Budaya. Upaya tersebut dilakukan agar kegiatan kebudayaan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi masyarakat luas maupun para pekerja seni.
“Ke depannya, pastinya sesuai dengan arahan pimpinan, ya bagaimana Festival Bulan Budaya ini bisa mempunyai dampak yang positif ke masyarakat luas, khususnya bagi para pelaku seni budaya,” pungkas Andi Patiware.
Dorong Pariwisata, Seni Budaya, dan UMKM
Selain menjadi ruang ekspresi dan pelestarian budaya, Festival Bulan Budaya juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, seni budaya, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan selama dua hari, festival ini berhasil menarik ribuan pengunjung serta melibatkan ratusan seniman dan pelaku usaha lokal.
Pada hari pertama, antusiasme masyarakat dan kalangan pendidikan terlihat dari partisipasi 400 pelajar dalam perlombaan tari tingkat SD dan SMP. Masing-masing jenjang pendidikan menyumbangkan 200 peserta. Selain itu, penampilan adat okkio bunting turut melibatkan 10 peserta.
Kemeriahan berlanjut pada hari kedua melalui pementasan seni tradisional akkorong tigi yang melibatkan 17 orang.
Panggung hiburan juga diramaikan penampilan sejumlah grup musik. Tercatat, sebanyak 10 orang terlibat dalam penampilan band pada hari pertama dan 16 orang pada hari kedua.
Secara keseluruhan, keterlibatan sanggar seni tercatat mencapai 125 orang pada hari pertama dan 78 orang pada hari kedua. Partisipasi tersebut menunjukkan besarnya ruang yang disediakan festival bagi para pelaku dan komunitas seni lokal untuk menampilkan karya mereka.
Libatkan 38 UMKM, Pengunjung Tembus Ribuan Orang
Dampak penyelenggaraan Festival Bulan Budaya juga dirasakan sektor ekonomi kerakyatan. Sebanyak 38 pelaku UMKM dilibatkan selama dua hari pelaksanaan dengan menyediakan ruang pameran sekaligus kesempatan untuk memasarkan produk dan menjalankan aktivitas perdagangan melalui stan yang disediakan panitia.
Kehadiran puluhan stan UMKM tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Para pelaku usaha mendapatkan kesempatan memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen dari kalangan pengunjung festival.
Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah kunjungan selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan rekapitulasi panitia, total kunjungan dan partisipasi masyarakat selama dua hari penyelenggaraan mencapai ribuan orang.
Dengan capaian tersebut, Festival Bulan Budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian seni tradisional, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperluas ruang berkarya bagi seniman, serta mempererat kebersamaan masyarakat.
Melalui agenda tahunan ini, Pemkot Makassar diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan seni budaya daerah. (*)
































