FSB Peringatkan Risiko Krisis, Banyak Negara Belum Siapkan Dana Darurat Bank

fsb
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock

Manyala.co — Lembaga pengawas stabilitas keuangan global, Financial Stability Board (FSB), memperingatkan bahwa banyak negara belum memiliki mekanisme pendanaan darurat yang memadai untuk menangani bank yang terancam bangkrut. Ketiadaan skema tersebut berisiko memperburuk krisis ketika bank mengalami tekanan likuiditas secara tiba-tiba.

Mengutip Reuters, Kamis (15/10/2026), FSB mendesak otoritas di berbagai negara untuk memperkuat mekanisme pendanaan darurat bagi bank yang mengalami kegagalan. FSB merupakan lembaga internasional yang bertugas memantau risiko terhadap stabilitas sistem keuangan global.

Dalam evaluasi penerapan standar penanganan bank bermasalah, FSB menemukan bahwa kurang dari separuh yurisdiksi yang ditinjau memiliki mekanisme pendanaan yang memenuhi tiga kriteria utama, yakni aturan yang jelas, kapasitas dana yang memadai, serta kemampuan pencairan secara cepat ketika krisis terjadi.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan bank yang gagal dapat ditangani secara tertib tanpa selalu bergantung pada dana talangan yang bersumber dari pembayar pajak.

Secara rinci, hanya Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Inggris yang dinyatakan sepenuhnya memenuhi persyaratan FSB. Sebaliknya, India dan Argentina dinilai belum memenuhi standar tersebut.

Prabowo Instruksikan Transformasi PLN, Gaspol Target 100 GW Panel Surya

Sementara itu, Uni Eropa (UE) melalui serikat perbankannya dan Swiss masuk dalam kelompok yang dinilai memiliki ketidakpatuhan material terhadap persyaratan pendanaan darurat.

Belajar dari Krisis Credit Suisse

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan sistem keuangan global setelah gejolak perbankan pada 2023, termasuk runtuhnya Credit Suisse, salah satu bank terbesar di Swiss.

Credit Suisse akhirnya diambil alih oleh UBS melalui skema penyelamatan yang dirancang pemerintah Swiss setelah bank tersebut mengalami tekanan likuiditas serius.

Proses penyelamatan itu didukung sejumlah fasilitas likuiditas darurat, jaminan likuiditas pemerintah, serta penghapusan nilai obligasi Additional Tier 1 (AT1) milik bank tersebut.

Kasus Credit Suisse memperlihatkan bagaimana hilangnya kepercayaan pasar dan tekanan likuiditas dapat mendorong sebuah bank menghadapi krisis dalam waktu singkat.

Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla Tanjung Puting, Kirim 200 Pompa Air

FSB juga memperingatkan bahwa kegagalan bank dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan betapa cepat tekanan likuiditas dapat memburuk. Karena itu, otoritas perlu memastikan tersedianya mekanisme pendanaan yang dapat segera digunakan ketika sebuah bank gagal, sehingga stabilitas keuangan tetap terjaga dan krisis tidak meluas.

Negara Diminta Siapkan Dana Penyelamatan

FSB merekomendasikan agar otoritas di berbagai negara mengidentifikasi sejak dini sumber pendanaan publik sementara yang dapat digunakan ketika bank mengalami kegagalan.

Selain itu, pemerintah perlu memiliki dasar hukum yang jelas untuk memberikan dukungan keuangan, sekaligus kewenangan untuk memulihkan kerugian yang mungkin timbul akibat penggunaan dana tersebut.

Wakil Gubernur Bank Sentral Spanyol sekaligus Ketua Kelompok Peninjauan Sejawat FSB, Soledad Núñez, menegaskan pentingnya mekanisme pendanaan darurat yang dapat dipercaya.

“Mekanisme pendanaan penyangga dari sektor publik yang kredibel sangatlah penting,” ujarnya.

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

Rekomendasi tersebut menyoroti tantangan yang masih dihadapi sistem keuangan global, yakni memastikan bank dapat ditangani secara tertib ketika mengalami kegagalan sekaligus membatasi risiko kerugian yang harus ditanggung masyarakat.

Bagi pemerintah dan regulator, kesiapan pendanaan darurat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah masalah pada satu bank berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap sistem keuangan.

Sumber: CNBC

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Fakultas Teknik UNM Gandeng PT Indonav Teknologi Gelar Kuliah Umum, Perkuat Kompetensi Mahasiswa Lewat Teknologi Pemetaan Presisi Tinggi

02

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

03

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

04

Mengintip 10 Bunker Paling Aman di Dunia, dari Swiss hingga Amerika Serikat

05

Pasar Malam BTP Bikin Resah, Tokoh Pemuda Desak Kegiatan 25 September Dibatalkan

06

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

07

10 Negara dengan Rata-Rata Ketinggian Tertinggi di Dunia

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement