Hunuth Memanas: Sejarah Lama Konflik Ambon Kembali Terulang, 17 Rumah Hangus dan Ratusan Warga Mengungsi

Hunuth Memanas: Sejarah Lama Konflik Ambon Kembali Terulang, 17 Rumah Hangus dan Ratusan Warga Mengungsi - Hunuth - Gambar 96
Hunuth Memanas: Sejarah Lama Konflik Ambon Kembali Terulang, 17 Rumah Hangus dan Ratusan Warga Mengungsi.

Manyala.co – Ambon kembali diguncang bentrokan antarwarga setelah insiden di Negeri (Desa) Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa, 19 Agustus 2025. Peristiwa yang bermula dari persoalan pribadi itu akhirnya melebar menjadi konflik kelompok hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan besar.

Kerusuhan berlangsung siang hari dan menelan korban berupa satu pelajar yang meninggal dunia. Tragedi tersebut menjadi pemicu meluasnya bentrokan hingga membakar amarah warga. Aparat kepolisian mencatat sedikitnya 17 rumah ludes terbakar, sementara beberapa bangunan lain mengalami kerusakan ringan seperti kaca pecah maupun bagian depan rumah yang roboh.

Aparat TNI-Polri Turun Tangan, 350 Personel Amankan Lokasi

Mencegah eskalasi semakin luas, lebih dari 350 aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan ke lokasi. Polisi melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak di tengah kerusuhan. Kasi Humas Polres Ambon, Ipda Janet Luhukay, menegaskan aparat tidak segan mengambil langkah hukum terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindakan pidana dalam insiden ini.

“Kami telah mengevakuasi warga dan memastikan keamanan di sekitar lokasi. Semua pelaku yang terbukti memicu kerusuhan akan diproses hukum tanpa pandang bulu,” ujar Janet.

Meski berhasil mengendalikan keadaan, bentrokan meninggalkan luka pada aparat. Seorang anggota Samapta, Bripda Wisnu, mengalami cedera akibat terkena lemparan batu saat proses pengamanan. Saat ini ia masih menjalani perawatan medis.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Wali Kota Ambon: Pemerintah Akan Bangun Kembali Rumah Warga

Tragedi ini memantik perhatian langsung Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang segera turun ke lokasi dan berdialog dengan warga. Ia berjanji pemerintah kota akan menanggung penuh kerugian masyarakat, khususnya rumah-rumah yang hangus terbakar.

“Saya pastikan semua rumah yang terbakar akan dibangun kembali. Itu merupakan tanggung jawab pemerintah kota. Kami tidak ingin ada warga yang kehilangan tempat tinggal dibiarkan tanpa perhatian,” kata Bodewin di hadapan warga Hunuth.

Selain janji pembangunan ulang, Pemerintah Kota Ambon juga memfasilitasi pengungsian warga terdampak. Mereka yang kehilangan tempat tinggal dipindahkan sementara ke wilayah Nania dan Negeri Lama. Dinas Sosial Ambon menyalurkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, alat tidur, dan kebutuhan dasar lainnya.

Seruan Damai: “Kita Harus Kembali ke Nilai Orang Basudara”

Dalam pertemuan dengan warga dan tokoh masyarakat, Wali Kota Bodewin menegaskan pentingnya mencegah peristiwa serupa terulang. Menurutnya, konflik ini seharusnya tidak melebar hanya karena persoalan pribadi yang bisa diselesaikan dengan jalan damai.

“Kita harus belajar dari pengalaman masa lalu. Jangan biarkan masalah pribadi menyeret banyak orang. Mari kita kembali ke nilai orang basudara, yaitu menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan damai,” ucapnya.

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta pemuka masyarakat, pemerintah menyiapkan langkah mediasi. Wali Kota juga berjanji menyalurkan aspirasi warga yang disampaikan dalam dialog agar ditindaklanjuti secara resmi tanpa menimbulkan kesalahpahaman baru.

“Yang utama sekarang adalah hentikan kekerasan. Pemerintah hadir untuk memastikan keadilan dan perdamaian bagi seluruh warga Ambon,” tambahnya.

Luka Lama Ambon

Bentrok antarwarga di Ambon bukanlah hal baru. Kota ini pernah dilanda konflik besar pada 1999–2002 yang menelan ribuan korban jiwa, disusul bentrokan pada 2011. Peristiwa di Hunuth kali ini kembali memunculkan trauma lama yang masih membekas di ingatan masyarakat Maluku.

Masyarakat berharap agar pemerintah bersama aparat keamanan segera menemukan solusi permanen agar konflik serupa tidak terus berulang. Sejumlah tokoh pemuda mendesak pemerintah bertindak cepat mengatasi akar masalah yang memicu kerusuhan agar perdamaian di Ambon tidak hanya sebatas wacana.

Situasi Terkini

Hingga Selasa malam, situasi di Hunuth sudah relatif terkendali. Aparat keamanan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya serangan balasan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar.

Wali Kota Makassar Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

“Keadaan sudah terkendali. Namun, kami minta masyarakat tetap menahan diri dan tidak terprovokasi. Semua proses hukum akan berjalan sesuai aturan,” jelas Ipda Janet Luhukay.

Peristiwa di Hunuth menjadi pengingat bahwa perdamaian rapuh bisa kembali pecah bila persoalan kecil dibiarkan meluas. Pemerintah dan aparat kini menanggung beban berat: memastikan keamanan, menata kembali kehidupan warga yang terdampak, sekaligus menegakkan hukum agar tidak ada lagi darah tumpah di tanah Ambon.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

02

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

03

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

04

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

05

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

06

Pemkab Enrekang Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Periode 2026–2031

07

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement