Istana Jelaskan Alasan Prabowo Lakukan Tiga Kali Reshuffle Kabinet

Reshuffle Kabinet
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Dok. Liputan6.com/LIzsa Egeham)

Manyala.co – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan di balik sejumlah perubahan struktur kementerian dan perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto selama satu tahun pertama pemerintahannya.

Sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo tercatat telah melakukan tiga kali reshuffle kabinet dan sejumlah perubahan nomenklatur kementerian. Langkah itu menimbulkan perhatian publik karena dinilai kerap dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Menurut Prasetyo, kebijakan tersebut bukan bentuk ketidaksiapan pemerintah, tetapi hasil evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kelembagaan dan pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa tidak mungkin seluruh perencanaan pemerintahan disusun dengan sempurna sejak awal.

“Dalam perjalanannya, kita menemukan sektor-sektor yang perlu diperkuat dan ada yang terlalu besar sehingga perlu dirampingkan,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Ia mencontohkan, pemerintah menemukan banyak pondok pesantren di Indonesia tidak memiliki izin bangunan yang sesuai standar keamanan. Kondisi ini mendorong penambahan direktorat baru untuk mengurus perizinan dan keamanan bangunan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Hasil Perjuangan Wali Kota Makassar Munafri Ke Pusat, Pete-pete Laut Kini Dinikmati Warga Sangkarrang Secara Gratis

“Contohnya, kita menemukan sebagian besar pondok pesantren tidak memiliki izin bangunan. Kita lalai selama ini. Ya masa kemudian tidak boleh kita menambah satu direktorat khusus menangani masalah tersebut?” ujarnya.

Prasetyo menegaskan bahwa langkah restrukturisasi kementerian bertujuan agar pelaksanaan program nasional lebih fokus dan tepat sasaran. Pemerintah, kata dia, terus melakukan penyempurnaan struktur birokrasi untuk menyesuaikan dengan tantangan lapangan.

Ia mengajak masyarakat untuk menilai kebijakan tersebut secara substansial, bukan politis. “Ibarat pemain bola, sudah latihan setiap hari belum tentu menang. Begitu main, kita melihat hal-hal yang perlu diperbaiki,” kata Prasetyo.

Salah satu perubahan besar yang dilakukan Presiden Prabowo adalah pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, yang sebelumnya berada di bawah koordinasi Kementerian Agama. Kementerian baru ini dibentuk untuk mengelola tata kelola keberangkatan jemaah haji dan umrah secara lebih profesional dan efisien.

Selain itu, pemerintah juga mengubah Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Lembaga baru ini bertugas memperkuat tata kelola perusahaan milik negara, dengan fokus pada regulasi dan pengawasan agar tidak tumpang tindih dengan fungsi bisnis.

Apresiasi Pengungkapan Kasus Vape Narkoba, Bimantoro: Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Narkotika

Langkah restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi tahunan kinerja kementerian. Pemerintah menilai bahwa dengan mempersempit birokrasi dan menambah direktorat khusus di bidang strategis, pelaksanaan program prioritas dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Hingga akhir tahun 2025, pemerintah dikabarkan masih akan meninjau efektivitas lembaga-lembaga baru tersebut, termasuk dampaknya terhadap efisiensi anggaran dan kinerja lintas sektor.

Dalam satu tahun pemerintahan, Prabowo diketahui juga mendorong efisiensi struktur kelembagaan dengan memadukan sejumlah fungsi antar kementerian yang dianggap tumpang tindih. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan reformasi birokrasi untuk meningkatkan daya saing nasional.

Meski beberapa kalangan menilai reshuffle kabinet dilakukan terlalu cepat, pihak Istana menegaskan keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan teknokratis dan kebutuhan reformasi pemerintahan, bukan kepentingan politik jangka pendek.

Hingga Jumat malam, belum ada informasi resmi mengenai apakah Presiden Prabowo akan kembali melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat.

Wali Kota Makassar Munafri Perkuat UMKM Lewat KUR, PKL Hasil Penataan Kota Bisa Dapat Akses Modal Usaha

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Angkat Berbagai Aspirasi Masyarakat di Bidang Pendidikan Tinggi dan Kesehatan

02

La Tinro La Tunrung Soroti Kejelasan Kuota SNBP-SNBT dan Akses KIP Kuliah bagi Masyarakat Kurang Mampu

03

La Tinro Minta Penguatan Tata Kelola Olahraga untuk Mendukung Peningkatan Prestasi Atlet

04

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

05

Di Bawah Kepemimpinan Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang, Kabupaten Enrekang Raih WTP dari BPK RI

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement