Makassar, Manyala.co – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan pihak kepolisian akan menindak tegas setiap konvoi “Sahur On The Road” yang mengganggu ketertiban umum, termasuk praktik balap liar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.
Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (17/2) di Mapolrestabes Makassar, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama Ramadan. Kombes Pol Arya Perdana menekankan bahwa kegiatan sahur keliling dengan membagikan makanan sahur memiliki nilai positif dan dapat dianggap sebagai ibadah. “Hanya saja, bila sudah mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat, tentu kami akan bertindak tegas,” ujarnya.
Patroli intensif akan dilaksanakan di berbagai wilayah rawan gangguan. Fokus pengawasan mencakup aktivitas balap liar, terutama menjelang berbuka puasa dan usai sahur, serta potensi konflik antar-kelompok atau tawuran remaja. Kombes Pol Arya menambahkan, tim patroli akan diturunkan secara bersinergi untuk memastikan keamanan, dengan prioritas pada titik-titik rawan di Makassar.
Menurut catatan kepolisian setempat, praktik balap liar di kota ini meningkat sekitar 15 persen selama bulan Ramadan tahun lalu, menyebabkan gangguan lalu lintas dan risiko kecelakaan. Sementara itu, konvoi Sahur On The Road, yang awalnya bertujuan membagikan makanan sahur, terkadang menimbulkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lain.
Langkah penegakan hukum ini juga sejalan dengan kampanye keselamatan jalan yang digagas Polrestabes Makassar. Setiap laporan masyarakat mengenai konvoi ilegal maupun perilaku berisiko akan ditindaklanjuti segera oleh petugas lapangan. Kombes Pol Arya menekankan pentingnya kepedulian bersama warga untuk mematuhi peraturan lalu lintas demi kelancaran ibadah dan keselamatan publik.
“Ini bukan untuk mengekang kegiatan sosial yang positif, tetapi untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat selama Ramadan,” tambahnya. Kepolisian mengimbau orang tua dan tokoh masyarakat untuk memberikan pengawasan tambahan terhadap anak muda yang kerap terlibat balap liar atau konvoi bermotor.
Kebijakan ini menunjukkan pendekatan preventif dan represif yang seimbang, menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat untuk meminimalisir risiko gangguan Kamtibmas di kota dengan populasi lebih dari 1,5 juta jiwa. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah konvoi atau balap liar yang ditindak hingga Jumat pagi ini.
Patroli terpadu yang digelar sejak awal Ramadan bertujuan meminimalisir potensi kecelakaan, kemacetan, dan insiden kriminalitas jalanan, sekaligus menegaskan komitmen Polrestabes Makassar dalam menjaga ketertiban publik tanpa mengurangi nilai ibadah dan kegiatan sosial yang sah.
































