Kehadiran Novel Baswedan di Satgassus Polri Dinilai sebagai Simbol Perubahan Strategi dalam Optimalisasi Penerimaan Negara

Kehadiran Novel Baswedan di Satgassus Polri Dinilai sebagai Simbol Perubahan Strategi dalam Optimalisasi Penerimaan Negara - Novel - Gambar 1035
EKS PENYIDIK KPK: Novel Baswedan (tengah). (dok.Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Manyala.co – Pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak hanya mencuri perhatian karena mandat strategisnya, tetapi juga karena figur di balik kepemimpinannya. Herry Muryanto dipercaya sebagai Kepala Satgassus, dengan Novel Baswedan menduduki posisi Wakil Kepala. Penunjukan Novel, mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi sorotan tajam karena rekam jejaknya yang kuat dalam pemberantasan korupsi.

Satgassus ini hadir dengan misi mengawal peningkatan pendapatan negara, khususnya dari sektor-sektor non-pajak seperti perikanan, energi, dan sumber daya alam lainnya. Dalam beberapa bulan terakhir, tim Satgassus telah melakukan koordinasi aktif dengan sejumlah kementerian seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Mereka bahkan turun langsung ke lapangan untuk memetakan potensi penerimaan dan mengidentifikasi hambatan yang menghalangi masuknya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Langkah Polri ini memunculkan reaksi beragam dari berbagai kalangan, termasuk pengamat antikorupsi. Peneliti dari Pusat Studi Anti-Korupsi (SAKSI) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah Castro, menilai pembentukan Satgassus ini merupakan indikasi bahwa KPK dianggap belum optimal dalam upaya pemulihan kerugian negara.

“Ini bisa dilihat sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap efektivitas KPK dalam aspek asset recovery. Maka pembentukan Satgassus oleh Polri menjadi alternatif untuk mengisi kekosongan tersebut dalam konteks penegakan hukum yang berkaitan dengan penerimaan negara,” ujar Herdiansyah, Rabu (18/6/2025).

Namun ia juga menegaskan bahwa efektivitas Satgassus akan sangat bergantung pada legitimasi kewenangan yang diberikan serta kepercayaan publik terhadap institusi dan individu yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini, keberadaan Novel Baswedan dinilai bisa menjadi penguat kredibilitas, jika didukung penuh oleh struktur dan otoritas yang memadai.

Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin: Momentum Perkuat Konsolidasi dan Evaluasi Perjalanan Dakwah

Sosok Novel sendiri sudah lama dikenal luas oleh publik. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 ini memulai karier di tubuh Polri sebelum akhirnya bergabung dengan KPK. Di lembaga antirasuah tersebut, ia menangani banyak kasus besar hingga menjadi figur simbolik perlawanan terhadap korupsi. Namun kariernya sempat terganggu oleh tragedi penyiraman air keras yang terjadi pada 11 April 2017. Peristiwa ini membuat kedua matanya mengalami kerusakan parah dan memaksanya menjalani perawatan panjang di Singapura.

Serangan tersebut menjadi isu nasional yang mengundang empati publik serta kritik keras terhadap penanganan penegakan hukum di Indonesia. Meskipun pelaku akhirnya ditangkap dan diadili, proses yang lamban dan tidak transparan menimbulkan berbagai spekulasi dan kekecewaan terhadap aparat penegak hukum.

Setelah diberhentikan secara hormat dari KPK pada 30 September, Novel kembali ke Polri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Desember 2021. Kini, dengan jabatan barunya di Satgassus, ia kembali mengambil peran strategis dalam upaya menjaga integritas keuangan negara.

Beberapa kegiatan Satgassus yang telah dilaporkan termasuk kunjungan ke pelabuhan-pelabuhan perikanan seperti di Probolinggo, Jawa Timur, dan Benoa, Bali. Dari kunjungan tersebut, ditemukan sejumlah kendala, seperti kapal-kapal penangkap ikan di atas 12 mil laut yang belum mengantongi izin resmi. Akibatnya, hasil tangkapan dari kapal tersebut tidak bisa dikenai pungutan PNBP. Padahal, potensi penerimaan dari sektor perikanan dinilai cukup besar.

Ketua Tim Satgassus Sektor Perikanan, Hotman Tambunan, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap permasalahan tersebut. Mereka turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor untuk menyusun solusi jangka pendek maupun panjang yang mampu meningkatkan penerimaan negara secara signifikan.

Bapenda Makassar Catat Surplus Rp130 Miliar, Realisasi Pendapatan Tembus 49 Persen

Dengan pendekatan yang lebih taktis dan kolaboratif, Satgassus diharapkan mampu menjadi jembatan antara penegakan hukum dan kebijakan fiskal. Kehadiran tokoh seperti Novel Baswedan di dalamnya memberi harapan bahwa optimalisasi penerimaan negara bisa berjalan lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada perbaikan sistemik.

Namun, semua itu hanya akan efektif jika didukung oleh kemauan politik yang kuat, struktur hukum yang jelas, dan pengawasan publik yang ketat. Perjalanan Satgassus masih panjang, namun langkah awal ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mencari cara-cara baru untuk menjaga stabilitas fiskal melalui penguatan fungsi kontrol di sektor penerimaan negara.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Kapusdal LH SUMA: Langkah Berani Makassar Pilah Sampah Jadi Contoh Kota Metropolitan di Indonesia

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement