KPK Periksa Mantan Sekjen Kemenag dalam Kasus Kuota Haji Tambahan

KPK
KPK Periksa Ishfah Abidal Aziz, mantan stafsus Menag, dua kali dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.

Manyala.co – Kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan kuota haji kembali menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa Nizar Ali, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih pada Jumat, 12 September 2025, di mana Nizar diperiksa sebagai saksi.

Menurut penjelasan resmi, penyidik KPK sedang mendalami proses lahirnya kebijakan pembagian kuota tambahan yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Agama. “Secara umum, saksi-saksi dari Kemenag didalami proses pengambilan keputusan atau kebijakan terkait pembagian kuota tambahan menjadi kuota reguler dan khusus,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Minggu (14/9).

Namun, Budi belum bersedia mengungkap lebih rinci mengenai materi pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa fokus KPK saat ini adalah mencari fakta hukum mengenai dugaan penyalahgunaan kewenangan. KPK juga memastikan segera menetapkan tersangka. Dari catatan lembaga antikorupsi itu, kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan lebih dari Rp1 triliun.

Penyidikan perkara ini sendiri resmi dimulai sejak 8 Agustus 2025. Langkah tersebut ditandai dengan diterbitkannya surat perintah penyidikan (sprindik) umum tanpa penetapan tersangka. Dari titik ini, KPK mulai menelusuri peran sejumlah pejabat Kemenag yang terlibat dalam kebijakan pengelolaan kuota.

Akar persoalan bermula ketika pada 2023 Pemerintah Arab Saudi memberikan tambahan kuota sebanyak 20.000 jemaah haji. Tambahan ini merupakan hasil diplomasi Presiden Joko Widodo dengan otoritas Saudi. Kuota ekstra tersebut kemudian ditindaklanjuti dalam SK Menteri Agama tertanggal 15 Januari 2024 yang ditandatangani Yaqut Cholil Qoumas.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Dalam beleid itu, kuota dibagi menjadi dua bagian besar: 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus. Dari kuota khusus, 9.222 dialokasikan untuk jemaah, sedangkan 778 diserahkan untuk petugas haji, dengan pengelolaan yang kemudian dipercayakan kepada biro travel swasta. Sementara itu, kuota reguler 10.000 orang didistribusikan ke seluruh 34 provinsi. Provinsi Jawa Timur mendapat porsi terbesar dengan 2.118 jemaah, disusul Jawa Tengah 1.682, serta Jawa Barat sebanyak 1.478 jemaah.

Skema pembagian inilah yang kini dipersoalkan. Regulasi sebenarnya sudah jelas diatur dalam Pasal 64 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, di mana 92 persen kuota seharusnya digunakan untuk haji reguler dan hanya 8 persen untuk haji khusus. Dugaan pelanggaran terhadap aturan inilah yang membuat KPK turun tangan.

KPK menilai, dengan pembagian setara antara kuota reguler dan khusus, ada indikasi kuat terjadi penyalahgunaan wewenang yang bisa membuka ruang praktik koruptif. Di sisi lain, muncul dugaan bahwa pemberian kuota khusus dalam jumlah besar yang dikelola oleh pihak swasta berpotensi menimbulkan keuntungan bagi pihak tertentu.

Sejumlah pihak menilai langkah cepat KPK penting agar kepercayaan publik terhadap tata kelola haji tetap terjaga. Sementara itu, keberadaan tambahan kuota dari Arab Saudi yang semula dimaksudkan untuk membantu lebih banyak calon jemaah, justru berubah menjadi polemik setelah mekanisme pembagiannya dinilai menyalahi aturan dasar yang sudah diatur undang-undang.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Loka MBG Segera Diluncurkan, BGN Bidik Pasar Lebih Luas bagi Petani dan Peternak

02

Respons Kritik Malaysia-Singapura soal Karhutla, Dasco: Jawab dengan Kerja Teruji

03

Semarak Budaya 2026 di Palopo, La Tinro La Tunrung Dorong Pelestarian Warisan Budaya

04

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Makassar Munafri Rawat Kebersamaan dengan Pemuda Lintas OKP

05

Kebakaran Melonjak, Petugas Damkarmat Makassar Siaga Siang hingga Dini Hari

06

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 Lokasi Target Tampung 122.000 Siswa

07

Wali Kota Munafri Dukung Program Prioritas Presiden, Makassar Jadi Percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga

08

Danantara Perkuat Kampung Haji Indonesia, 11 Menara Baru Dibangun di Makkah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement