Pemulihan Pascabencana Sumatera Butuh Rp59,25 Triliun

Pascabencana
36 unit alat berat di Aceh Tamiang diturunkan.(Dok. Kementerian PU).

Manyala.co – Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana di tiga provinsi Sumatera mencapai Rp59,25 triliun, dengan Aceh sebagai wilayah terdampak terberat, mencakup rehabilitasi infrastruktur, layanan publik, dan pemulihan pemerintahan daerah.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan estimasi tersebut dalam rapat Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Aceh pada Selasa (30/12/2025). Angka itu merupakan hasil rekapitulasi awal bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai dasar perencanaan pemulihan jangka menengah hingga tuntas.

“Kalau kita melihat dari sudah pernah direkap waktu rapat dengan BNPB sebagai masukan saja, bahwa kalau untuk pemulihan nanti sampai dengan selesai, diperlukan anggaran lebih kurang Rp59,25 triliun,” ujar Tito dalam rapat tersebut.

Dari total kebutuhan anggaran itu, Aceh memerlukan porsi terbesar, yakni sekitar Rp33,75 triliun. Sumatera Utara diperkirakan membutuhkan Rp12 triliun, sementara Sumatera Barat sekitar Rp13,5 triliun untuk pemulihan pascabencana di wilayah masing-masing. Dana tersebut direncanakan untuk membiayai rehabilitasi dan rekonstruksi lintas sektor.

Tito menjelaskan pemulihan mencakup berbagai komponen infrastruktur dan layanan dasar yang rusak akibat bencana. Fasilitas yang akan ditangani meliputi kantor desa, sekolah, fasilitas kesehatan, jembatan, serta sarana pendukung lainnya yang terdampak banjir bandang dan bencana hidrometeorologi.

O2SN dan GSI 2026 Resmi Bergulir, Wali Kota Makassar Siapkan Beasiswa bagi Siswa Berprestasi

“Dengan meliputi berbagai macam komponen termasuk masalah kantor desa, kemudian sekolah, kemudian fasilitas kesehatan, jembatan, dan lain-lain, yaitu mungkin dikeroyok oleh seluruh kementerian dan lembaga,” kata Tito.

Ia menegaskan Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan dampak paling berat. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi bantuan serta penyelenggaraan pemerintahan daerah belum berjalan optimal. Menurut Tito, keterbatasan akses dan kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama percepatan pemulihan di daerah itu.

“Yang paling berat adalah (Aceh) Tamiang, karena Tamiang pemerintahannya belum berjalan efektif,” ujarnya.

Secara keseluruhan, bencana di Sumatera berdampak pada 52 kabupaten dan kota. Rinciannya, 18 wilayah berada di Aceh, 18 wilayah di Sumatera Utara, dan 16 wilayah di Sumatera Barat. Pemerintah menilai percepatan penanganan darurat telah mendorong sebagian wilayah memasuki tahap pemulihan awal.

“Tapi berkat kecepatan dan juga kerja keras dari semua pihak, baik pusat maupun daerah, dan masyarakat, dan semua pihak yang terlibat, sampai saat ini kita melihat bahwa yang sudah banyak terjadi pemulihan,” kata Tito.

Menuju Sanitary Landfill, Pemkot Makassar Benahi TPA Antang dengan Sistem Cover Soil

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan sebanyak 25 kabupaten dan kota terdampak telah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana pada Senin (29/12/2025).

“Di Aceh terdapat tujuh kabupaten/kota yang sudah masuk ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Pratikno. Di Sumatera Utara, delapan kabupaten dan kota telah berada pada fase serupa, sementara di Sumatera Barat tercatat 10 wilayah.

Pratikno menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pengerahan seluruh sumber daya negara dalam percepatan penanganan pascabencana. Instruksi itu mencakup keterlibatan kementerian, lembaga, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa Bapak Presiden memerintahkan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah terus mengerahkan segala daya upaya untuk percepatan penanganan pascabencana,” kata Pratikno.

Hingga akhir Desember 2025, pemerintah belum merinci skema pendanaan final serta tahapan pencairan anggaran pemulihan tersebut.

Wali Kota Munafri Pimpin Plogging HLH 2026, Ingatkan Warga Makassar Soal Sampah dan Iklim

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Angkat Berbagai Aspirasi Masyarakat di Bidang Pendidikan Tinggi dan Kesehatan

02

La Tinro La Tunrung Soroti Kejelasan Kuota SNBP-SNBT dan Akses KIP Kuliah bagi Masyarakat Kurang Mampu

03

La Tinro Minta Penguatan Tata Kelola Olahraga untuk Mendukung Peningkatan Prestasi Atlet

04

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

05

Di Bawah Kepemimpinan Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang, Kabupaten Enrekang Raih WTP dari BPK RI

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement