Pengamat: Ketidaksinkronan Komunikasi Dedi Mulyadi dan Fraksi PDI-P Berpotensi Timbulkan Implikasi Politik

Pengamat: Ketidaksinkronan Komunikasi Dedi Mulyadi dan Fraksi PDI-P Berpotensi Timbulkan Implikasi Politik - Dedi - Gambar 1372
VIDEO: Ini Ucapan Dedi Mulyadi Bikin PDIP Emosi Walk Out di Paripurna, Akui Jarang Libatkan DPRD (dok.©merdeka.com)

Manyala.co – Aksi walk out yang dilakukan Fraksi PDI Perjuangan dalam sidang paripurna DPRD Jawa Barat pada Jumat, 16 Mei 2025, menjadi sorotan publik. Langkah ini merupakan respons atas ucapan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dalam forum Musrenbang di Cirebon, yang dinilai menyinggung lembaga legislatif.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Padjadjaran, FX Ari Agung Prastowo, melihat bahwa peristiwa ini mencerminkan adanya hambatan komunikasi politik antara eksekutif dan legislatif di tingkat provinsi. Menurutnya, hubungan antara Gubernur dan DPRD seharusnya berjalan seiring untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Jawa Barat.

Ari menambahkan, gaya komunikasi Dedi Mulyadi cenderung menggunakan pendekatan budaya yang bersifat low context, berbeda dari model struktural formal. Pola komunikasi ini berhasil membangun citra kedekatan dengan masyarakat Jabar, hingga muncul julukan “Bapak Aing” sebagai simbol personal branding yang kuat di mata publik.

Namun demikian, Ari mengingatkan bahwa sikap walk out PDI-P bisa berdampak politis. Dengan semakin populernya sosok Dedi Mulyadi di kalangan masyarakat, aksi tersebut bisa berisiko menggerus simpati pemilih terhadap partai, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Di sisi lain, Ari menilai bahwa sikap PDI-P juga dapat dibaca sebagai bentuk edukasi politik, untuk menegaskan bahwa kolaborasi antara legislatif dan eksekutif penting demi kemajuan daerah. Karena itu, ia menyarankan agar PDI-P juga menindaklanjuti sikap politiknya dengan menghadirkan program-program yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Ari juga menyarankan agar DPRD Jabar menjadikan dinamika ini sebagai momentum untuk menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka, misalnya melalui rapat dengar pendapat yang melibatkan publik secara langsung. Dengan begitu, transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan daerah bisa lebih diperkuat.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa walk out adalah bagian dari hak politik setiap fraksi dan anggota legislatif. Ia menghargai keputusan Fraksi PDI-P, serta menekankan bahwa setiap partai bebas menyatakan sikapnya di forum parlemen.

Aksi walk out tersebut bermula dari interupsi Doni Maradona Hutabarat, anggota Fraksi PDI-P, yang menilai bahwa pernyataan Gubernur dalam Musrenbang telah mencederai marwah lembaga legislatif. Doni menyampaikan bahwa tindakan yang diambil bukan atas dasar kepentingan pribadi, tetapi sebagai pembelaan terhadap kehormatan DPRD sebagai perwakilan rakyat.

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi merespons bahwa dirinya terbuka terhadap kritik, dan sikap politik apapun adalah hak semua pihak. Ia tidak mempermasalahkan walk out tersebut dan menilainya sebagai dinamika yang wajar dalam dunia politik.

Menurut Ari, agar ketegangan ini tidak berlarut-larut, diperlukan pendekatan yang lebih komunikatif dan dialogis. Ia bahkan menyebut bahwa permasalahan ini bisa didamaikan dengan cara khas Jawa Barat “ngariung bari ngaliwet” sebuah simbol budaya untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan demi tercapainya keharmonisan dan kemajuan bersama.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Tampil di Forum Dunia, Wali Kota Makassar Munafri Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah

02

Pendekatan Humanis, Pemkot Makassar Bantu Relokasi Ternak Babi di Panakkukang ke Lokasi Steril

03

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

04

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

05

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

06

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

07

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement