Manyala.co — Presiden Prabowo Subianto mengimbau para menteri, kepala lembaga, dan jajaran Kabinet Merah Putih untuk tidak menggelar acara open house secara berlebihan pada perayaan Idul Fitri tahun ini.
Arahan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat. Presiden menekankan pentingnya memberikan contoh kesederhanaan kepada masyarakat di tengah situasi nasional dan global yang menantang.
“Saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat,” kata Prabowo.
Meski demikian, Presiden tidak melarang penyelenggaraan kegiatan open house secara keseluruhan. Ia menilai kegiatan tersebut tetap dapat dilakukan secara wajar guna menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga gak jalan nanti,” ujarnya.
Imbauan ini muncul di tengah kondisi yang disebut Presiden sebagai masa bencana nasional serta ketidakpastian global yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi.
Dalam arahannya, Prabowo juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menggambarkan kondisi ekonomi nasional dalam situasi buruk.
Ia menilai sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat, meskipun tekanan global tetap perlu diwaspadai.
Pemerintah, kata Presiden, berupaya menjaga keseimbangan antara penghematan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi, terutama menjelang periode Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.
Selain itu, Presiden juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan melaksanakan tradisi mudik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan.
“Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya, selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah,” kata Prabowo.
Tradisi mudik merupakan salah satu fenomena tahunan terbesar di Indonesia, dengan jutaan orang melakukan perjalanan dari kota ke kampung halaman menjelang Idul Fitri.
Dalam konteks tersebut, pemerintah biasanya menyiapkan berbagai kebijakan untuk mendukung kelancaran arus transportasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah melalui kinerja yang bertanggung jawab.
Ia meminta seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja secara optimal serta memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengelola dampak eksternal sekaligus menjaga ketahanan domestik menjelang periode libur panjang Idul Fitri.
Hingga saat ini, belum ada aturan resmi yang secara spesifik mengatur pembatasan pelaksanaan open house oleh pejabat negara, namun imbauan Presiden tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi jajaran pemerintah.































