Anak Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara

Riza
Anak buron Riza Chalid, Muhamad Kerry Adrianto Riza (Dok. Mulia/detikcom)

Manyala.co — Jaksa penuntut umum menuntut Muhamad Kerry Adrianto, anak pengusaha Riza Chalid, dengan hukuman 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina yang diduga merugikan negara Rp285 triliun.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026), jaksa juga menuntut Kerry membayar denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan. Selain itu, ia dibebankan uang pengganti sebesar Rp13.405.420.003.854. Apabila harta benda terdakwa tidak mencukupi, jaksa meminta hukuman tambahan 10 tahun penjara.

“Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda lagi yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka terdakwa dipidana dengan pidana penjara selama 10 tahun,” ujar jaksa di persidangan.

Jaksa menilai Kerry terbukti terlibat dalam korupsi tata kelola impor minyak mentah dan produk kilang serta penjualan solar non-subsidi. Perbuatannya disebut mengakibatkan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara dalam jumlah besar serta tidak mendukung penyelenggaraan negara yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jaksa menyebut satu-satunya hal yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum.

Usai persidangan, Kerry menyatakan dirinya tidak bersalah dan memohon keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara

“Saya mohon keadilan untuk saya. Saya berharap sekali dalam situasi ini Bapak Presiden Prabowo bisa melihat kasus saya secara jernih dan objektif. Beliau adalah negarawan yang hebat dan bijaksana yang saya yakin tidak ingin ada kriminalisasi di negeri ini,” ujar Kerry.

Selain Kerry, jaksa juga menuntut sejumlah terdakwa lain. Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati, dituntut 16 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 190 hari, serta uang pengganti 11.094.802,31 dolar AS dan Rp1 triliun, subsider 8 tahun penjara.

Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo, dituntut 16 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta uang pengganti Rp1,176 triliun, dengan rincian Rp176,39 miliar atas kerugian keuangan negara dan Rp1 triliun atas kerugian perekonomian negara, subsider 8 tahun penjara.

Enam terdakwa lain yang sebelumnya dituntut masing-masing 14 tahun penjara antara lain mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, Edward Corne, Maya Kusmaya, Yoki Firnandi, Agus Purwono, dan Sani Dinar Saifuddin. Mereka juga dituntut membayar denda dan uang pengganti dalam jumlah miliaran rupiah.

Para terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kasus ini berfokus pada dugaan penyimpangan dalam pengadaan impor produk kilang dan penjualan solar non-subsidi yang disebut merugikan negara hingga Rp285 triliun.

GSI Makassar 2026 Cetak Prestasi Gemilang, Tim Putra-Putri Sabet Juara Sulsel dan Melaju ke Nasional

Hingga Jumat malam, belum ada putusan pengadilan terkait tuntutan tersebut. Majelis hakim dijadwalkan melanjutkan persidangan untuk agenda pembelaan sebelum menjatuhkan vonis.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wali Kota Munafri Dukung Program Prioritas Presiden, Makassar Jadi Percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga

02

Wali Kota Makassar Munafri Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun

03

PERSEJASI Tallo Harumkan Nama Kecamatan, Raih Dua Medali di FORKOT KORMI Makassar 2026

04

Singapura Bereaksi, Indonesia Pangkas Ekspor Gas 31 BBTUD demi Ketahanan Energi Nasional

05

Penimbunan Lahan Stadion Untia Mulai Tampak, Pemkot Makassar Kebut Pekerjaan Fisik

06

Wali Kota Makassar Apresiasi Kontribusi Kalla Group 74 Tahun untuk Makassar

07

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Prabowo Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

08

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Ini Deretan Capaian Strategis Kabinet Merah Putih

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement