Manyala.co – Belakangan ini, jagat maya kembali diramaikan oleh sebuah video yang mengklaim bahwa Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang lebih dikenal publik dengan nama Pasha Ungu, telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI. Potongan video yang tersebar luas di media sosial itu disertai narasi bahwa sang musisi sekaligus politisi tersebut memilih mundur karena enggan “memakan uang haram”.
Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim tersebut ternyata tidak benar. Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari pihak Pasha Ungu mengenai pengunduran dirinya dari kursi parlemen. Fakta yang ada menunjukkan bahwa video yang beredar sebenarnya adalah potongan lama yang kemudian dipelintir dengan narasi baru agar terlihat seolah-olah Pasha benar-benar mundur.
Di media sosial, video itu terlanjur menuai perhatian dan ramai dibicarakan warganet. Banyak yang memuji sikap Pasha dalam momen berbeda, yakni saat sidang tahunan MPR beberapa waktu lalu. Ketika sejumlah anggota DPR terlihat berjoget di dalam ruang sidang, Pasha justru memilih untuk tetap diam di kursinya. Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap suasana bangsa yang sedang menghadapi berbagai kesulitan, terutama masalah ekonomi.
Publik pun menilai diamnya mantan Wakil Wali Kota Palu periode 2016–2021 itu mencerminkan kepekaan sosial. Tidak sedikit komentar di dunia maya yang menyebut Pasha paham betul kondisi masyarakat sehingga enggan ikut larut dalam euforia berjoget bersama anggota DPR lainnya.
Meski begitu, pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat memberikan penjelasan terkait momen joget yang sempat mengundang kritik itu. Ketua MPR, Ahmad Muzani, menuturkan bahwa apa yang terjadi sebenarnya di luar agenda resmi sidang. Ia menilai hal itu merupakan reaksi spontan yang wajar ketika seseorang mendengar alunan musik yang riang.
“Kalau kita mendengar lagu, apalagi lagunya pas dengan irama yang menyenangkan, tubuh biasanya akan bergerak secara refleks. Bisa kepala, tangan, kaki, bahkan seluruh badan ikut mengikuti irama,” kata Muzani ketika dimintai tanggapan mengenai kejadian tersebut.
Dengan demikian, kabar mengenai mundurnya Pasha Ungu dari DPR dapat dipastikan tidak benar. Isu tersebut hanyalah hasil manipulasi video lama yang diberi narasi baru. Meski begitu, perhatian publik terhadap sosok Pasha tetap tinggi, terutama karena sikapnya yang berbeda dalam sidang MPR baru-baru ini.
Fenomena ini juga mencerminkan betapa cepatnya informasi baik benar maupun salah beredar di media sosial. Sering kali, sebuah video yang diberi konteks berbeda bisa menimbulkan kesalahpahaman luas. Kasus Pasha Ungu ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa publik harus lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terlebih ketika menyangkut tokoh publik.

































