Rupiah Berfluktuasi di Awal Pekan, Berpotensi Menguat hingga Rp16.044 per Dolar AS

Rupiah Berfluktuasi di Awal Pekan, Berpotensi Menguat hingga Rp16.044 per Dolar AS - Rupiah - Gambar 1596
Kurs Dollar ke Rupiah hari ini.

Manyala.co – Mata uang rupiah kembali menjadi sorotan di pasar keuangan domestik. Memasuki awal pekan ini, Senin (5/5/2025), rupiah diperkirakan akan bergerak menguat ke kisaran Rp16.340 hingga Rp16.044 per dolar AS, seiring dengan tekanan yang terus membayangi greenback.

Menurut pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, sentimen positif terhadap rupiah diperkuat oleh langkah sinergis antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menyusun bauran kebijakan ekonomi yang akomodatif. Kombinasi dari koordinasi fiskal dan moneter ini dinilai mampu menstabilkan ekspektasi pasar.

Rupiah Dibuka Menguat, Tapi Ditutup Melemah

Berdasarkan data perdagangan Bloomberg pada Senin pagi pukul 09.11 WIB, rupiah sempat dibuka menguat tipis sebesar 0,05% atau naik 8,5 poin menjadi Rp16.429 per dolar AS. Penguatan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,32% ke level 99,520.

Namun, hingga penutupan sesi perdagangan sore hari, rupiah justru terkoreksi. Nilai tukarnya turun 0,11% atau 17,5 poin dan berakhir di posisi Rp16.455 per dolar AS. Meski demikian, pelemahan ini masih dalam rentang wajar mengingat dinamika global yang fluktuatif.

Sementara itu, indeks dolar AS juga melemah cukup signifikan. Di akhir perdagangan, greenback turun 0,24% ke posisi 99,605. Pelemahan ini turut memengaruhi mata uang kawasan Asia yang cenderung menunjukkan penguatan.

Presiden Prabowo Lantik Syahganda dan Fadli sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Arah Dolar AS dalam Tekanan: Sinyal Resesi di Depan Mata?

Kondisi dolar AS belakangan ini memang terus menurun. Tim analis Goldman Sachs, yang dipimpin oleh Kamakshya Trivedi, menilai ada kecenderungan bearish pada dolar. Mereka mengaitkannya dengan potensi penurunan suku bunga serta ancaman resesi ekonomi di Amerika Serikat.

Hal senada juga disampaikan oleh tim analis Morgan Stanley yang dipimpin David S. Adams. Mereka bahkan memproyeksikan mata uang utama lainnya seperti euro dan yen Jepang akan menguat, sejalan dengan investor yang semakin gencar melakukan lindung nilai terhadap aset-aset berbasis dolar AS.

Kinerja Mata Uang Asia Beragam, Taiwan dan Korea Pimpin Penguatan

Sementara itu, sejumlah mata uang negara Asia mencatatkan performa positif terhadap dolar AS. Dolar Taiwan melonjak hingga 3,67%, disusul won Korea Selatan yang naik 1,81%. Ringgit Malaysia juga mencatat penguatan signifikan sebesar 1,16%.

Mata uang lain seperti yen Jepang naik 0,51%, baht Thailand menguat 0,36%, dan dolar Singapura meningkat 0,53%. Peso Filipina turut naik 0,25%, namun yuan China dan dolar Hong Kong tercatat stagnan. Di sisi lain, rupee India sedikit melemah sebesar 0,06% terhadap dolar AS.

Namun menjelang penutupan pasar, tren penguatan mulai melemah pada beberapa mata uang. Peso Filipina bahkan berbalik arah dengan penurunan 0,29%, sementara yuan China dan dolar Hong Kong tetap stagnan.

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

Rupiah Pernah Sentuh Titik Terendah Historis

Sebagai catatan, dalam beberapa waktu terakhir, rupiah sempat berada di titik terendahnya sepanjang sejarah, bahkan menyentuh level yang menyerupai krisis finansial Asia 1997–1998. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Mobeen, ekonom senior di S&P Global Market Intelligence.

Menurutnya, tekanan global seperti ketegangan geopolitik dan gejolak pasar global mendorong aksi jual aset berisiko, yang berimbas langsung pada pelemahan rupiah. Ia pun menilai perlu adanya intervensi tambahan dari Bank Indonesia jika tren depresiasi kembali terjadi.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

02

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

03

Presiden Prabowo Lantik Syahganda dan Fadli sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

04

Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara

05

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

06

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya

07

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement