Manyala.co – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Takalar menyita 11 sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar dan aksi freestyle di Jalan Poros Takalar–Tanjung Makassar, Kecamatan Galesong, Jumat (20/2) subuh. Penertiban ini menyasar aktivitas yang meresahkan warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Aksi balap liar terjadi pada pukul 05.15 Wita, menjelang salat Subuh, dan mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kebisingan akibat knalpot brong serta gangguan terhadap ketenangan ibadah Ramadan 1447 Hijriyah. Tim Respons BALI Satlantas Polres Takalar bersama personel Polsek Galesong Selatan langsung dikerahkan untuk membubarkan peserta balap.
Saat petugas tiba, sejumlah pengendara berusaha melarikan diri. Namun, polisi berhasil mengamankan 11 unit sepeda motor. Mayoritas kendaraan yang disita tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menggunakan knalpot brong. Kasat Lantas Polres Takalar, AKP Mulyadi, menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif untuk mencegah kecelakaan fatal.
“Begitu kami menerima informasi dari warga, tim langsung bergerak ke lokasi. Balapan liar dan freestyle di jalan umum sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan serius. Tugas kami di lalu lintas adalah menyelamatkan nyawa manusia di jalan raya,” ujar AKP Mulyadi. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama selama bulan suci Ramadan.
Polisi juga mengimbau orang tua untuk mengawasi anak-anak pada jam-jam rawan, khususnya menjelang sahur. AKP Mulyadi menegaskan, jalan raya bukan tempat untuk adu kecepatan. Satlantas Polres Takalar akan meningkatkan patroli rutin di titik-titik rawan balapan liar dan mendorong masyarakat untuk melapor jika menemukan aktivitas serupa.
Balapan liar di wilayah Takalar telah menjadi masalah berulang, terutama saat musim Ramadan. Selain mengganggu ketenangan ibadah, praktik ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, merusak fasilitas umum, dan menimbulkan keresahan warga. Penindakan yang konsisten diharapkan dapat menekan angka insiden serta menjaga ketertiban di jalan raya.
Langkah penertiban ini menjadi bagian dari strategi kepolisian daerah untuk menegakkan hukum, mencegah potensi cedera serius, dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas. Dengan tindakan tegas, diharapkan warga Takalar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan aman hingga perayaan Idulfitri.
































