Sehari Menjelang HUT RI ke-80, Setya Novanto Resmi Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin

Sehari Menjelang HUT RI ke-80, Setya Novanto Resmi Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin - Setya - Gambar 153
dok. Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Korupsi E-KTP.

Manyala.co – Mantan Ketua DPR RI sekaligus terpidana kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, akhirnya keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung. Kebebasannya terjadi pada Kamis, 16 Agustus 2025, atau tepat sehari sebelum perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Keputusan pembebasan bersyarat Setnov sapaan akrabnya ditegaskan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto. Menurutnya, seharusnya Setnov sudah bisa menghirup udara bebas sejak 25 Juli 2025, berdasarkan hasil peninjauan kembali (PK) yang menunjukkan masa hukumannya telah melampaui waktu. “Yang bersangkutan sudah melalui asesmen. Berdasarkan PK, masa hukumannya berkurang sehingga seharusnya bebas sejak 25 Juli lalu,” ujar Agus saat ditemui di Istana Merdeka, Minggu (17/8/2025).

Alasan dan Pertimbangan Bebas Bersyarat

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, menjelaskan bahwa pengajuan program pembebasan bersyarat Setnov disetujui melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada 10 Agustus 2025. Rekomendasi tersebut diberikan bersamaan dengan lebih dari 1.000 warga binaan lain di seluruh Indonesia.

Menurut Rika, Setnov memenuhi persyaratan administratif maupun substantif. Ia dinilai berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta menunjukkan penurunan risiko. Selain itu, Setnov sudah menjalani 2/3 masa pidana, sehingga berhak mendapatkan program integrasi sesuai Pasal 10 Ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2022.

Tidak hanya itu, Setnov juga telah melunasi kewajiban keuangan yang dibebankan padanya. Ia membayar denda sebesar Rp500 juta dan telah melunasi pidana uang pengganti senilai Rp43,7 miliar. Meski masih ada sisa Rp5,3 miliar, hal tersebut diganti dengan hukuman subsider 2 bulan 15 hari penjara.

Putih Sari Bantu Warga Bekasi Hadapi Kemarau dengan Distribusi Air Bersih

Dengan dasar itu, Menteri Imipas resmi menerbitkan Surat Keputusan Nomor PAS-1423 PK.05.03 Tahun 2025 tanggal 15 Agustus 2025 yang menetapkan pembebasan bersyarat bagi Setnov.

Wajib Lapor hingga Tahun 2029

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa meski sudah bebas bersyarat, Setnov tetap memiliki kewajiban untuk melapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung satu kali setiap bulan hingga tahun 2029. “Ada wajib lapor sebulan sekali sampai 2029. Statusnya sekarang berubah dari narapidana menjadi klien pemasyarakatan,” kata Mashudi.

Ia juga menambahkan, pembebasan bersyarat dapat dicabut sewaktu-waktu jika Setnov tidak memenuhi kewajiban tersebut. “Kalau melanggar, bebas bersyarat otomatis dicabut sesuai aturan,” ujarnya.

Sepanjang masa hukumannya, Setnov menerima remisi total selama 28 bulan 15 hari. Kendati demikian, hak politiknya tetap dicabut berdasarkan putusan Mahkamah Agung dalam peninjauan kembali. Hak untuk menduduki jabatan publik baru akan kembali setelah 2,5 tahun pasca-bebas murni pada 2029.

Respons KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menanggapi kebebasan bersyarat Setya Novanto. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kasus korupsi e-KTP merupakan salah satu kejahatan besar yang merugikan negara sekaligus melemahkan kualitas pelayanan publik.

Soroti Penahanan Febrie Adriansyah, Bimantoro Tegaskan Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum

Menurut Budi, kebebasan Setnov seharusnya menjadi pengingat agar sejarah kelam tidak terulang. “Kejahatan korupsi adalah pelajaran pahit bagi bangsa ini. Generasi berikutnya harus menjadikan kasus e-KTP sebagai pengingat bahwa praktik semacam itu tidak boleh terulang kembali,” ujar Budi dalam keterangan tertulis.

Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan tema peringatan HUT ke-80 RI, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Menurut Budi, semangat pemberantasan korupsi sejalan dengan tema itu karena menuntut partisipasi semua pihak untuk melawan praktik yang merugikan bangsa.

Catatan untuk Masa Depan

Meski sudah menghirup udara bebas lebih cepat melalui program bersyarat, status Setya Novanto tetap dalam pengawasan hingga 2029. Publik masih menaruh perhatian besar terhadap kasus ini, mengingat skandal e-KTP pernah menjadi salah satu kasus korupsi paling besar yang ditangani KPK.

Kini, mantan Ketua DPR RI tersebut memang sudah kembali ke masyarakat, tetapi perjalanannya masih panjang dengan kewajiban lapor bulanan dan pembatasan hak politik. Bagi sebagian pihak, kasus ini diharapkan bisa menjadi bahan refleksi bahwa sistem hukum harus tetap menempatkan prinsip keadilan dan pencegahan korupsi sebagai prioritas utama.

La Tinro Soroti Penurunan Capaian Literasi dan Numerasi, Dorong Pemerintah Perkuat Evaluasi Pendidikan Nasional

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement