Mengenal Jurist Tan, Eks Stafsus Nadiem Makarim yang Terjerat Kasus Korupsi Chromebook

Mengenal Jurist Tan, Eks Stafsus Nadiem Makarim yang Terjerat Kasus Korupsi Chromebook - Jurist - Gambar 688
Mengenal Jurist Tan, Eks Stafsus Nadiem Makarim yang Terjerat Kasus Korupsi Chromebook.

Manyala.co – Nama Jurist Tan kini menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkannya sebagai salah satu dari empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penetapan ini disampaikan langsung oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar, dalam konferensi pers yang digelar Selasa malam (15/7/2025) di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta.

Jurist Tan bukanlah sosok asing dalam lingkaran dekat mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Gojek, tepatnya pada periode 2010 hingga 2014, saat Nadiem masih menjadi CEO. Setelah Nadiem ditunjuk sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2019, Jurist pun menyusul masuk ke kementerian sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri.

Namun kini, alih-alih dikenang karena perannya dalam transformasi digital pendidikan, nama Jurist Tan terseret dalam pusaran kasus besar yang merugikan negara hingga hampir Rp2 triliun. Dalam proses penyidikan, Jurist disebut sebagai salah satu aktor kunci yang mengatur berbagai tahapan awal perencanaan pengadaan laptop Chromebook jauh sebelum program resmi dijalankan.

Salah satu peran penting Jurist adalah ketika ia, bersama dua individu lainnya, diduga membentuk grup WhatsApp bernama “Mas Menteri Core Team” pada Agustus 2019 dua bulan sebelum Nadiem dilantik sebagai Menteri Pendidikan. Grup ini menjadi wadah awal diskusi internal soal rencana digitalisasi pendidikan, termasuk pengadaan perangkat berbasis Chrome OS dari Google.

Tidak hanya sampai di situ, Jurist juga terlibat aktif dalam komunikasi dengan pihak luar. Salah satunya adalah pertemuannya dengan Yeti Khim dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), yang kemudian diikuti oleh inisiasi penyusunan kontrak kerja untuk Ibrahim Arief sebagai konsultan profesional. Peran Ibrahim kemudian semakin besar setelah dipercaya menjadi Konsultan Teknologi dalam program Warung Teknologi di Kemendikbudristek.

Jawab Pandangan Fraksi DPRD Makassar, Wali Kota Munafri Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat

Kehadiran Jurist di dalam rapat-rapat penting bersama para pejabat struktural kementerian juga menunjukkan bahwa pengaruhnya cukup signifikan. Ia diketahui memimpin sejumlah pertemuan daring melalui Zoom bersama Sri Wahyuningsih (Direktur Sekolah Dasar), Mulyatsyah (Direktur SMP), dan bahkan Sekjen Kemendikbudristek. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, salah satu pokok bahasan adalah tawaran co-investment dari Google sebesar 30 persen apabila pemerintah Indonesia menggunakan sistem Chrome OS dalam pengadaan TIK nasional.

Qohar menjelaskan bahwa kendati Jurist hanyalah staf khusus, ia diduga telah melampaui batas kewenangan jabatannya dengan aktif mengarahkan keputusan teknis dalam pengadaan barang dan jasa. Salah satu buktinya adalah penolakan Jurist terhadap kajian teknis pertama yang belum merekomendasikan Chrome OS, sehingga akhirnya dibuat kajian kedua yang sesuai keinginannya.

Keterlibatan Jurist Tan tak berhenti pada tahap perencanaan. Ia juga disebut sebagai perpanjangan tangan Nadiem Makarim dalam menjalin komunikasi lanjutan dengan pihak Google, setelah pertemuan awal antara Nadiem dan dua wakil dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut, yaitu William dan Putri Datu Alam.

Namun kini, keberadaan Jurist menjadi teka-teki tersendiri bagi penyidik Kejagung. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Jurist telah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan pada 3, 11, dan 17 Juni 2025. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menyatakan bahwa pihaknya sempat mendapatkan informasi bahwa Jurist tengah berada di luar negeri untuk mengajar, namun belum bisa dipastikan lokasinya saat ini. Penyidik pun tengah mempertimbangkan langkah-langkah tegas guna menghadirkan Jurist ke hadapan hukum.

“Saat ini belum diketahui secara pasti di mana keberadaan Jurist Tan. Kami tidak menutup kemungkinan mengambil langkah yang lebih keras karena ia telah beberapa kali tidak hadir meskipun sudah dipanggil,” ujar Harli.

Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

Sebagai informasi, selain Jurist Tan, Kejagung juga telah menetapkan tiga tersangka lain dalam kasus ini:

  1. Sri Wahyuningsih (SW), mantan Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek;
  2. Mulyatsyah (MUL), Direktur SMP pada tahun 2020;
  3. Ibrahim Arief (IBAM), konsultan perorangan pengembangan sistem TIK di Kemendikbudristek.

Keempat nama tersebut diyakini memiliki peran masing-masing dalam pengadaan sistem Chromebook yang menyedot anggaran besar, namun diduga tidak sesuai prosedur dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1,98 triliun. Sementara itu, Nadiem Makarim telah dua kali diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini, dan hingga kini belum berstatus sebagai tersangka.

Kisah Jurist Tan menjadi bukti bahwa keterlibatan orang-orang di balik layar bisa sangat menentukan arah kebijakan dan dampaknya pada tata kelola anggaran negara. Kini, publik menanti langkah selanjutnya dari Kejagung: apakah akan muncul tersangka baru, ataukah Jurist Tan akan segera diamankan dari luar negeri untuk menjalani proses hukum secara tuntas.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement