Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, atau yang akrab disapa Uji Nurdin, mengikuti Retreat Kepala Daerah yang berlangsung selama delapan hari di Akademi Militer (Akmil) Magelang, 21–28 Februari 2025.
Sebagai kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan, Uji menilai bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar, terutama dalam memahami sinergi antara program daerah dan pusat.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Memang cukup melelahkan, tapi materi yang diberikan sangat luar biasa dan bermanfaat untuk kami para kepala daerah,” ujar Uji Nurdin, Minggu (23/2).
Ia menyoroti dua materi utama yang paling berkesan baginya, yaitu wawasan kebangsaan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan materi efisiensi anggaran dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Menurut Uji, pemahaman tentang efisiensi anggaran sangat penting, tetapi harus tetap mempertimbangkan prioritas daerah.
“Efisiensi itu perlu, tapi tidak boleh mengorbankan program yang sudah menjadi janji politik kami kepada masyarakat. Setiap daerah punya kebutuhan yang berbeda, jadi harus ada keseimbangan,” jelasnya.
Sebagai kepala daerah termuda, Uji juga merasakan tantangan dalam menyesuaikan diri dengan birokrasi yang lebih senior. Namun, ia optimistis bahwa anak muda mampu memberikan warna baru dalam pemerintahan.
“Ada anggapan bahwa anak muda sulit bekerja di birokrasi, tapi saya yakin dengan adaptasi yang tepat, kita bisa bersinergi dan bekerja dengan baik,” katanya.
Retreat ini diikuti oleh 450 kepala daerah dari seluruh Indonesia, sementara 55 kepala daerah lainnya belum dapat hadir karena berbagai alasan.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi, termasuk pemahaman program prioritas pemerintah, geopolitik, antikorupsi, hak asasi manusia, dan pengelolaan keuangan daerah.
































